Juara, Leicester Patahkan 6 Mitos Premier League

Selebrasi fans Leicester City.
Sumber :
  • Reuters / Darren Staples

VIVA.co.id – Leicester City membuat kejutan musim ini. Skuad asuhan Claudio Ranieri ini sukses memastikan jadi juara Premier League mengalahkan sejumlah tim elite bertabur pemain bintang.

img_title 5 Fakta Menarik LaLiga Hingga Pekan Kesembilan, Nomor 2 Kejutan

Sukses Leicester menjadi perbincangan hangat di dunia sepakbola. Sebab, di awal musim ini, peluang mereka juara sempat diprediksi hanya 5.000 : 1. Prediksi yang bukan tanpa alasan. Sebab musim lalu mereka nyaris degradasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, keberhasilan Leicester musim ini juga sekaligus mematahkan sejumlah mitos di Premier League yang sudah berlangsung lama. Apa saja? Seperti dilansir Skysports, berikut ini enam mitos yang dipatahkan Leicester:

img_title 5 Fakta Menarik ManCity Vs Chelsea di Final Liga Champions

1. Modal Besar
Sejarah juara Premier League membuktikan, untuk bisa menjadi pemenang, dibutuhkan modal besar untuk membangun skuad. Tapi, Leicester mematahkan mitos itu. Mereka juara dengan skuad murah.

Starting IX Leicester ditaksir hanya senilai £23 juta atau setara dengan Rp442 miliar. Nilai uang seperti itu biasanya merupakan harga satu pemain bintang yang dibeli sebuah klub besar.  

img_title Tottenham Hotspur dan Leicester City Kompak Kantongi Kemenangan

2. Pemain Berpengalaman
Bagi Leicester, pemain berpengalaman bukan segalanya. Faktanya, hanya ada satu pemain yang pernah merasakan gelar juara Premier League, yaitu mantan pemain Chelsea, Robert Huth.

3. Rotasi adalah Kunci
Saat melatih Chelsea, Ranieri mirip seperti mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, yang gemar melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran para pemain. Tapi, kebiasaan itu dia ubah saat melatih Leicester.

Ranieri menjaga kontinuitas skuadnya musim ini. Manajer asal Italia itu hanya melakukan 27 kali perubahan di starting IX timnya sepanjang musim ini. Dan hanya ada 18 pemain yang menjadi starter sepanjang musim ini.


Selanjutnya: Sempat dianggap formasi ketinggalan jaman, Leicester justru juara dengan formasi ini.

4. Empat Besar Tak Tergoyahkan
Dalam satu dekade terakhir ada mitos yang menyebut posisi 4 besar Premier League tidak akan berubah. Hanya dimiliki beberapa tim elite: Manchester United, Manchester City, Chelsea, Arsenal hingga Liverpool.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Leicester mematahkan mitos ini. Dan menciptakan harapan untuk semua tim Premier League bahwa mereka bisa menyodok ke papan atas dan mematahkan dominasi para elite.

5. Formasi 4-4-2 Telah Mati
Dalam beberapa tahun terakhir, tim-tim Premier League mayoritas menggunakan formasi 4-2-3-1. Formasi kuno 4-4-2 dianggap telah ketinggalan zaman dan sudah tidak efektif. Namun, Leicester membuktikan pendapat itu salah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut