Teknologi Open Source Topang Tabulasi KPU

VIVAnews - Tabulasi elektronik pada pemilu presiden dua hari mendatang, akan ditopang oleh teknologi open source.

Dari sisi software, sisem TI pemilu akan menggunakan software berbasis stack LAMP (Linux-Apache-MySQL-PHP). Baik, Linux, Apache, MySQL, maupun PHP adalah teknologi open source yang dapat digunakan tanpa membayar lisensi.

Dengan pengoperasian teknologi open source ini, diharapkan KPU tak hanya mampu meningkatkan kapasitas sistem ke level yang tinggi, namun juga menekan pengeluaran biaya secara signifikan.

Dengan kolaborasi software open source tersebut, sistem TI kali ini, dirancang untuk mampu terus berfungsi walaupun terjadi bencana. Pasalnya, sistem dirancang untuk melakukan pencadangan dan replikasi data secara seketika.

Tak hanya itu, sistem juga dapat diakses lewat internet, dan diharapkan bakal mampu menangani request dari pengguna internet dalam jumlah yang sangat besar.

Contoh tampilan situs KPU pada pemilu presiden 2009

 

Linux akan menjadi sistem operasi yang menjadi platform seluruh server yang digunakan. Apache dan PHP akan terpasang dalam web server, sementara MySQL, bakal dipasang pada database server.

Selain itu, KPU juga akan menggunakan software SERIS sebagai software utama yang akan menangani proses voting secara otomatis, yang akan dipasang pada application server. Data olahan dari SERIS inilah yang nantinya akan ditampilkan pada website tabulasi nasional KPU.

Sementara dari sisi jaringan, KPU akan menggunakan jaringan selular Telkomsel, yang menjangkau lebih dari 90 persen wilayah Indonesia.

Melalui jaringan GSM itu, ketua-ketua KPPS dari 450 ribu TPS di seluruh, akan menyediakan data perolehan suara ke server di KPU pusat, melalui pesan pendek (SMS).

 

Berikut ini alur data dalam sistem informasi pemilu presiden.

1. Sebanyak 450 ribu Ketua KPPS mengirimkan data rekap suara dari masing-masing TPS di seluruh Indonesia melalui nomor-nomor GSM yang telah didaftarkan sebelumnya.

2. Hasil rekap tersebut diterima oleh SMS server, yang metode pengirimannya diamankan dengan sistem enkripsi.

3. Data-data dari SMS Server, akan diteruskan ke database server KPU Pusat melalui piranti load balancer yang akan menyeimbangkan beban data ke beberapa server.

4. Beberapa database server yang menggunakan satu alamat Internet Protocol, akan melakukan replikasi secara seketika ke database server cadangan (hot database server), agar bila terjadi musibah, data tetap tersedia, dan sistem dapat tetap berjalan

5. Dari database server, data diteruskan ke application server yang berisi software SERIS. Software ini yang nantinya menangani proses voting secara otomatis

6. Data yang terolah dari application server, akan diteruskan ke beberapa web server yang akan menampilkan hasil perolehan suara di situs web KPU. Web server dirancang dapat menangani besarnya pengunjung web site, dengan menggunakan load balancer.