Polisi Tidur Bisa Hasilkan Listrik Berkat Karya Anak Malang

Energi listrik dari polisi tidur
Sumber :
  • VIVA/Lucky Aditya
VIVA.co.id
img_title Dongkrak Keselamatan Pelayaran, Menhub Dudy Pacu Inovasi Teknologi via E-Pas Kecil Digital
- Berawal dari keprihatinan krisis energi di Indonesia, serta memanfaatkan lingkungan sekitar tentang para pengguna jalan. Empat mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, Jurusan Teknik Elektro, menciptakan "Potret," singkatan dari Polisi Tidur Penghasil Energi Terbarukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Hijau dan Inovasi Teknologi

Keempat mahasiswa semester 4 itu, Dony Darmawan Putra, Ridho Darmawan, Anthony Wijaya, dan Hasan Albinsaid. Dibawah bimbingan dosen, Eka Maulana, keempat mahasiswa ini menciptakan Potret sejak tahun 2014 dan baru saja rampung pada tahun 2016.

Potret berfungsi sebagai sumber penanganan jalan umum, dengan memanfaatkan perubahan energi potensial pegas yang ditempatkan di bawah polisi tidur. Cara kerja pertama saat kendaraan melintas polisi tidur maka pegas akan menurun karena sistem yang elastis.

img_title Kementan Tampilkan Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Solusi Bagi Petani

"Setelah pegas menurun maka polisi tidur akan tertarik linear karena didalam box terdapat berbagai gear dan rantai sehingga bisa menciptakan putaran dan jika dihubungkan ke generator akan menghasilkan listrik yang besar, rangkaian itu kita gabungkan ke ACCU," kata Hasan Albinsaid, salah satu anggota tim, Rabu, 10 Agustus 2016.

Energi yang disimpan pada ACCU bisa digunakan untuk penerangan jalan saat malam hari atau keperluan lainnya. "Sekali hentakan di polisi tidur menggunakan sepeda motor bisa 10-15 Volt. Kalau sehari ada 1.000 kendaraan dengan berat rata-rata 1.000-2.000 kilogram, gear akan memutar generator dengan kecepatan putar 1.000-1.250 rpm. Dari sistem itu bisa dimanfaatkan untuk menyalakan empat lampu masing-masing 40 watt selama 10 jam setiap hari," ucap Hasan.

Berubah Tiga Kali

Tidak mudah membuatnya. Konsep Potret sempat berubah tiga kali. Konsep awal dengan menggunakan air yang ditaruh dibawah tanah lalu diberi tekanan, sehingga air bisa memutar generator. "Tapi karena kurang efektif jika ada banjir, airnya bisa berubah-rubah volumenya. Sehingga dapat menganggu kerja polisi tidur sendiri dalam menciptakan listrik," papar Hasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang kedua kalinya ada revisi juga menggunakan sistem mekanik yang sangat rumit. Kendalanya barangnya sulit didapat dipasaran, seperti mesin bubut yang dibuat sendiri jadi prosesnya sangat rumit dan butuh biaya yang mahal," imbuh Hasan.

Setelah mengalami dua revisi konsep, akhirnya keempat mahasiswa ini memutuskan untuk menggunakan revisi konsep yang ketiga yakni menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat di pasaran. Sehingga proses pembuatanya biaya yang dikeluarkan semakin berkurang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut