Hackers Bisa Retas Otak Manusia dari Jarak Jauh

Ilustrasi otak manusia.
Sumber :
  • http://yoechua.blogspot.com

VIVA.co.id – Para ilmuwan percaya otak manusia bisa dikendalikan hacker dari jarak jauh. Hal ini sangat mungkin setelah mereka berhasil mengambil alih kendali pada otak tikus.

img_title SpikingBrain-1.0 China, Kerjanya Mirip Otak Manusia Bisa Analisis Dokumen Super Rumit dalam Sekejap

Dilansir melalui Daily Mail UK, Jumat, 2 Desember 2016, sekelompok ilmuwan itu mengaku telah berhasil mengembangkan cara baru untuk mengendalikan tikus. Caranya dengan memancarkan cahaya langsung ke otak mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan bantuan perangkat implan berbentuk kecil, tikus bisa dikendalikan hanya dengan menggunakan pancaran cahaya, tanpa kabel, karena mengandalkan gelombang radio. Teknik ini dipercaya bisa diimplementasikan kepada manusia. Demikian laporan ilmuwan dari Standford University, California.

img_title Puasa Bukan cuma Menahan Lapar, Temuan Mengejutkan terhadap Otak Manusia

Riset ini melibatkan teknologi optogenetic, sebuah proses yang menargetkan neuron tertentu di dalam otak, mengunakan pancaran cahaya yang tepat.

"Mengendalikan otak secara langsung, dulu hanya merupakan sains fiksi. Sekarang dengan teknologi baru optogenetic, kita bisa menggunakan cahaya untuk menyalakan sel otak dan sirkuit neural tertentu. Ini memungkinkan observasi dampak dari biologis dan perilaku hewan," ujar Dr Ada Poon dari Stanford University.

img_title Elon Musk Cetak Sejarah

Penelitian mereka telah dipublikasikan dalam jurnal IEEE Spectrum.

Sebelumnya ada juga penelitian serupa yang telah dilakukan. Bedanya, penelitian terdahulu mengandalkan kabel fiber optik yang dipenetrasikan ke dalam otak tikus dan sebuah LED yang dilengkapi baterai berukuran berat. Di studi terbaru ini, kabel digantikan dengan perangkat yang ditanam di otak.

Ilustrasi organ otak manusia.

Taukah Kamu Kalau Manusia Mengalami ’Buta Gerak’ Selama 40 Menit Setiap Hari?

Otak manusia bekerja dengan cara yang diam-diam menakjubkan. Mulai dari Manusia mengalami 'buta gerak' dalam beberapa waktu tertentu hingga sakit fisik setelah putus

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut