Ilmuwan Ciptakan Otak Mini untuk Komputer
- Analytics Insight
Jakarta – Dalam upaya untuk meningkatkan daya komputasi kecerdasan buatan (AI), para peneliti telah menggabungkan pembelajaran mesin yang sudah ada dengan model 3D otak mini manusia yang canggih yang terbuat dari berbagai jenis jaringan otak yang ditumbuhkan di laboratorium.
Dilansir VIVA Tekno dari Live Science, Kamis, 14 Desember 2023, Model miniatur otak ini, yang dikenal sebagai organoid otak atau "minibrains", telah ada dalam berbagai bentuk sejak tahun 2013. Namun, model-model ini belum pernah dimanfaatkan sebagai cara untuk meningkatkan AI.
Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
- Dok. Istimewa
Penelitian Terbaru
Penelitian baru ini menggunakan perangkat keras komputasi yang lebih tradisional untuk memasukkan data listrik ke dalam organoid dan kemudian menguraikan aktivitas organoid untuk menghasilkan output, sehingga organoid hanya berfungsi sebagai "lapisan tengah" dari proses komputasi.
Meskipun metode ini masih jauh dari meniru struktur otak yang sebenarnya atau cara kerjanya, metode ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan biokomputer, yang akan meminjam trik-trik dari biologi untuk membuatnya lebih kuat dan hemat energi daripada komputer tradisional.
Hal ini juga dapat memberikan lebih banyak wawasan tentang bagaimana otak manusia beroperasi dan bagaimana otak manusia dipengaruhi oleh kondisi neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.
Untuk studi baru, yang diterbitkan di jurnal Nature Electronics, para peneliti menggunakan teknik yang disebut komputasi reservoir; dalam konteks ini, organoid berfungsi sebagai "reservoir". Dalam sistem seperti itu, reservoir menyimpan informasi dan bereaksi terhadap informasi yang dimasukkan.
Sebuah algoritme belajar untuk mengenali perubahan yang dipicu dalam reservoir oleh input yang berbeda dan kemudian menerjemahkan perubahan ini sebagai output.
Dengan menggunakan kerangka kerja ini, para peneliti memasang organoid otak ke dalam sistem ini dengan memasoknya dengan input listrik yang dikirim melalui elektroda.
"Pada dasarnya, kita dapat menyandikan informasi - seperti gambar atau informasi audio - ke dalam pola temporal-spasial stimulasi listrik," kata salah satu penulis studi, Feng Guo, seorang profesor teknik sistem cerdas di Indiana University Bloomington.
Teknologi kecerdasan buatan meniru cara kerja otak manusia.
- vstory
Dengan kata lain, organoid merespons secara berbeda tergantung pada waktu dan distribusi spasial listrik dari elektroda. Algoritme belajar menafsirkan respons listrik organoid terhadap rangsangan tersebut.