Elon Musk Jangan Jemawa, Mudah bagi Rusia untuk Senggol Starlink

Elon Musk dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Elon Musk dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sumber :
  • Getty Images.

VIVA Tekno Satelit Starlink yang merupakan konstelasi milik SpaceX yang berfungsi untuk menyediakan akses internet di seluruh dunia menghadapi ancaman dari puing-puing luar angkasa milik Rusia.

Puing-puing ini tercipta setelah Rusia menembakkan rudal antisatelit untuk meledakkan salah satu satelitnya sendiri dalam sebuah peristiwa yang dikenal sebagai uji coba ASAT pada akhir November 2021.

Tes tersebut membuat ribuan keping satelit berputar di luar kendali, memaksa astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk merunduk guna berlindung, menurut situs Express, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Berbicara di acara Secure World Foundation yang bertema Small Satellite Conference Monday, Dan Oltrogge, Kepala Ilmuwan COMSPOC mencatat bahwa puing-puing itu sangat dekat dengan beberapa Satelit Starlink.

COMPSPOC yang melacak objek di luar angkasa mengatakan bahwa potongan-potongan Cosmos 1408, yang diledakkan oleh Putin, berbaris dengan satelit yang diluncurkan dalam orbit sinkron Matahari.

Ini adalah orbit yang menjaga Matahari pada ketinggian konstan relatif terhadap Bumi. Klaim terhadap Rusia itu tidak menjadikan Musk keluar tanpa cacat.

COMSPOC menemukan bahwa badai konjungsi diperburuk setelah peluncuran satelit Starlink. Bagian dari puing-puing luar angkasa milik gugus Starlink yang dikenal sebagai Group 3 ini diluncurkan pada 10 Juli dan 22 Juli 2022.

Elon Musk sebelumnya telah menghadapi kritik tajam karena penggunaan satelit dan puing-puing ruang angkasa yang sembrono.

Awal tahun ini, orang terkaya di dunia itu menghadapi kemarahan warga China setelah stasiun luar angkasa milik negara dilaporkan terpaksa mengambil tindakan mengelak untuk menghindari tabrakan dengan satelit.