Kekeringan Parah Munculkan Batu Kelaparan dari Sungai Eropa

Batu kelaparan di tepi Sungai Elbe di Decin, Republik Ceko.
Batu kelaparan di tepi Sungai Elbe di Decin, Republik Ceko.
Sumber :
  • Getty Images

VIVA Tekno – Kekeringan yang hebat di sebagian besar sungai Eropa, memunculkan batu-batu yang diukir berabad-abad yang lalu untuk memberi peringatan kepada generasi mendatang tentang masa-masa sulit di masa depan.

Penduduk setempat mengatakan batu-batu besar berusia berabad-abad, yang dikenal sebagai 'batu kelaparan' muncul kembali minggu lalu ketika sungai-sungai di Eropa mengering karena kondisi kekeringan.

Salah satu batu tersebut ada di tepi Sungai Elbe, yang dimulai di Republik Ceko dan mengalir melalui Jerman, mengutip dari situs Science Alert, Selasa, 16 Agustus 2022.

Batu itu berasal dari tahun 1616 dan diukir dengan peringatan dalam bahasa Jerman: 'Wenn du mich seehst, dann weine' atau 'Jika Anda melihat saya, maka menangislah'.

 Sungai Terpanjang di Italia Mengering

Sungai Terpanjang di Italia Mengering

Photo :
  • Instagram @luca_gati_95

Dalam sebuah studi tahun 2013, tim peneliti Ceko menulis bahwa batu-batu ini dipahat saat tahun-tahun kesulitan dan inisial penulis yang hilang dari sejarah. Prasasti memperingatkan konsekuensi dari kekeringan.

"Itu menyatakan bahwa kekeringan telah membawa panen yang buruk, kekurangan makanan, harga tinggi dan kelaparan bagi orang miskin," tulis para peneliti. 

Sebelum tahun 1900, kekeringan diperingati di atas batu pada 1417, 1616, 1707, 1746, 1790, 1800, 1811, 1830, 1842, 1868, 1892, dan 1893. Tanda hidrologis ini terakhir muncul selama kekeringan 2018.

Tetapi kekeringan yang dialami Eropa saat ini bisa menjadi yang terburuk dalam 500 tahun, menurut Andrea Toreti, peneliti senior di Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa.

Pada konferensi pers, Toreti mengatakan tidak ada peristiwa lain dalam 500 tahun terakhir yang mirip dengan kekeringan 2018. Tapi tahun ini dia pikir menjadi lebih buruk. Dia menambahkan ada risiko yang sangat tinggi dari kondisi kekeringan yang berlanjut selama tiga bulan ke depan.

Semakin banyak penelitian mengaitkan kekeringan yang lebih sering dan intens dengan perubahan iklim. Meningkatnya suhu global menyebabkan perubahan curah hujan dan meningkatkan penguapan.

Menurut Observatorium Kekeringan Eropa, 47 persen Eropa berada dalam kondisi peringatan kekeringan, yang berarti ada defisit kelembapan di tanah dan 17 persen lainnya dalam keadaan waspada, yang berarti vegetasi mengalami stres.

Batu-batu itu bukan satu-satunya peninggalan tersembunyi yang muncul di sungai-sungai Eropa akibat kekeringan. Air surut karena perubahan iklim di Sungai Po Italia juga mengungkapkan banyak harta karun arkeologi.

Bangkai kapal tongkang era Perang Dunia II yang tenggelam muncul kembali pada bulan Juni setelah sungai mencapai tingkat rendah selama kekeringan terburuk dalam 70 tahun terakhir.

Baru-baru ini, pada akhir Juli, sungai Italia yang dilanda kekeringan juga mengungkapkan bom seberat 1.000 pon yang sebelumnya tenggelam dari Perang Dunia II.