Pengamat: Di e-Commerce, PT POS Bisa Berperan di Logistik

Kantor PT Pos Indonesia
Kantor PT Pos Indonesia
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVA.co.id - PT Pos Indonesia dikabarkan akan merambah bisnis e-commerce. Terlebih lagi, perusahaan pelat merah itu sangat kuat di sektor logistik, di mana menjadi salah satu peran kunci kesuksesan pemain e-commerce

Menanggapi isu tersebut, Executive Director ICT Institute, Heru Sutadi, mengungkapkan bahwa Pos Indonesia bisa menjadi pemain belanja online baru di Indonesia.

"Memang bisnis e-commerce merupakan bisnis yg seksi saat ini. Dan, Pos Indonesia, karena merasa memiliki kemampuan logistik, kemudian merasa perlu dan mampu ikut terjun ke bisnis ini," ujar Heru dalam pesan singkat kepada VIVA.co.id, Selasa 5 Mei 2015.

Meski demikian, mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) ini memiliki pandangan berbeda dari isu Pos Indonesia masuki bisnis e-commerce. Menurutnya, Pos Indonesia perlu belajar dari beberapa pos yang ada di dunia dengan kekuatan logistiknya.

Disampaikan Heru, pos malah akan berperan besar dalam pengiriman dan penerimaan barang, bekerja sama dengan pemain e-commerce lainnya.

Berdasarkan pengalamannya di tahun 2000-an, waktu itu ia bekerja di Jerman, dan membeli barang di situs internet. Kala itu, pembayaran dilakukan di kantor pos. Begitu juga saat akan jual barang, Heru mengirimkan barangnya dan menerima hasil penjualannya dari kantor pos.

"Ini bisa melindungi penjual dan pembeli dari penipuan, baik yg dilakukan penjual maupun pembeli. Kalau ikutan bisnis e-commerce langsung, saya khawatir seperti nasib wasantaranet. Ketika itu, PT Pos menjadi ISP (penyedia layanan internet)," ungkap dia.

Ketika disinggung mengenai pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara bahwa PT Pos Indonesia layak untuk reposisi menjadi pemain e-commerce. Heru menuturkan bahwa belum tentu perusahaan tersebut sukses di industri belanja online.

"Kendalanya adalah core bisnis mereka bukan berdagang, tetapi logistik. Kalau dagang, kan berbeda dan lebih luas dari sekadar logistik dan saya belum melihat kompetensi Pos Indonesia ke sana. Karena kan e-commerce, bukan cuma logistik, tetapi meng-handle toko, merchant, marketing, dan lain-lain," ungkap dia.

Lebih lanjut, kata Heru, Pos Indonesia lebih baik masih berurusan dengan bisnis logistik saja, ketimbang mengikuti tren dengan menjadi pemain e-commerce yang baru tumbuh di Tanah Air.

"Menurut saya, baiknya mereka fokus di urusan logistik saja yang menjadi bagian penting ekosistem e-commerce. Ini juga potensi bisnis yang sangat besar dan bisa menggerakkan kembali Pos Indonesia, karena mereka punya cabang hingga ke seluruh nusantara," jelas dia. (asp)