Berkat Aplikasi Qlue, Publik Makin Percaya pada Pemda DKI

Salah satu laporan warga dalam aplikasi Qlue
Salah satu laporan warga dalam aplikasi Qlue
Sumber :
  • Qlue

VIVA.co.id – Aplikasi Qlue sedang menjadi perhatian seiring dengan pemecatan beberapa pengurus RT/RW di DKI Jakarta oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Ahok mengatakan, kewajiban untuk melapor melalui Qlue dibuat untuk memudahkan tugas ketua RT/ RW sebagai pelayan masyarakat. Sebab, banyak di antara mereka yang bekerja dari pagi hingga malam, sehingga hampir tidak ada waktu untuk melayani warga.

Sementara  ketua RW yang dipecat ada yang menentang kebijakan Pemprov DKI terkait kewajiban menggunakan aplikasi Qlue. Mereka bahkan sampai mengadu ke DPRD DKI Jakarta.

Terlepas dari polemik tersebut, pengelola aplikasi Qlue mengatakan, aplikasi tersebut merupakan aplikasi media sosial pelaporan warga pertama di Indonesia yang digunakan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan pelayanan terhadap warganya.

Pengelola aplikasi ini menegaskan akan terus berkomitmen membantu pemerintah dalam memetakan dan menyelesaikan masalah-masalah khususnya di Jakarta. Qlue disebutkan telah dimanfaatkan oleh 100 persen kelurahan di DKI Jakarta atau 268 kelurahan termasuk di Kepulauan Seribu.

Adapun tanggapan positif dari adanya aplikasi media sosial Qlue datang dari berbagai kalangan Lurah, Dinas, Staf Pemerintahan, Komunitas dan masyarakat yang selama ini aktif di dalam aplikasi Qlue. Salah satunya tanggapan yang datang dari Lurah Kuningan Timur, Awaludin.

"Qlue sangat membantu kami di Kelurahan Kuningan Timur untuk menangani permasalahan terutama di wilayah kami. Kami juga dibantu oleh rekan-rekan dari Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di wilayah kami yang sangat partisipatif dalam melaporkan kondisi sekitar mereka melalui aplikasi Qlue," kata Awaludin dalam keterangan tertulis Qlue kepada VIVA.co.id, Selasa, 31 Mei 2016.