'Radar Terbang' Rusia Mampu Awasi Jet Tempur Siluman AS

Ilustrasi pesawat mata-mata terbaru Rusia.
Sumber :
  • en.wikipedia.org

VIVA.co.id – Pesawat peringatan dini dan kontrol, Beriev A-100 'Premier', baru milik Angkatan Udara Rusia mampu mendeteksi jet tempur siluman milik Amerika Serikat, F-22 Raptor dan F-35 Lightning II milik NATO.

Saat ini ‘radar terbang' tersebut sedang dalam tahap akhir pembangunan. Rencananya, A-100 Premier akan mulai uji coba sebelum akhir tahun ini.

"Kami memiliki banyak alasan untuk berharap bisa melakukan uji coba terbang (A-100 Premier) sebelum berakhirnya tahun 2017," kata Deputi Kepala Perusahaan Technodinamika Holding Company, Igor Nasenkov. dikutip Sputniknews, Rabu, 21 Juni 2017.

Beriev A-100 Premier, yang berbasis pada pesawat transport Il-76MD-90A, pertama kali diuji coba terbang di laboratorium terbang Technodinamika pada April lalu.

A-100 Premier adalah pesawat radar peringatan dini dan kontrol generasi baru yang dirancang untuk melacak target udara, termasuk pesawat tempur antiradar F-22 dan F-35 dan kapal tempur permukaan.

Nasenkov menjelaskan, A-100 Premier juga berperan sebagai pusat komando peringatan dini untuk memberikan bantuan menyerang target di darat, laut maupun udara.

Pesawat ini dilengkapi radar AESA Vega Premier baru di sebuah radome (kubah) yang berputar. Radar AESA berputar setiap lima detik, guna meningkatkan kemampuan radar untuk melacak sasaran yang bergerak dengan cepat seperti jet tempur musuh.

F-22 Raptor

Saat Jet Tempur Rusia dan AS Hanya Berjarak 6 Meter

F-22 Raptor.

Nasenkov juga memaparkan, A-100 Premier dijuluki The Flying Mushroom (jamur terbang), karena ukuran radomenya yang besar. "Pesawat ini merupakan upgrade dari pendahulunya, A-50, yang terbang pertama kali tahun 1978 dan beroperasi enam tahun kemudian," ungkapnya.

Kotak Hitam Pesawat Tu-154 Ditemukan

Tak pelak, sistem avionik dan konfigurasinya mirip memang dengan pesawat A-50. Namun, A-100 Premier dibangun di sekitar unit radar multilaterasi baru yang menampilkan sepasang antena array.

Antena ini mampu mendeteksi keberadaan jet tempur musuh pada jarak hingga 600 kilometer (372 mil) serta permukaan kapal sampai 400 kilometer (250 mil) jauhnya.

Pesawat Rusia Jatuh Diduga Akibat Kesalahan Teknis
Ilustrasi perang nuklir.

Hanya 2 Negara di Dunia yang Punya Pesawat Antinuklir

Pesawat udara memiliki berbagai fungsi tergantung pada jenisnya. Secara umum, pesawat digunakan sebagai sarana transportasi udara untuk kepentingan komersial.

img_title
VIVA.co.id
29 Januari 2024