Masalah di Indonesia Bisa Lahirkan Startup Unik

 Executive Director Skystar Ventures, Geraldine Oetama bicara soal startup di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (6/04/2016).
Executive Director Skystar Ventures, Geraldine Oetama bicara soal startup di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (6/04/2016).
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id - Perusahaan modal ventura, Skystar Ventures, mengungkapkan perusahaan rintisan (startup) akan terus tumbuh di tahun ini. Mereka memperkirakan permasalah yang terjadi di Indonesia dinilai jadi peluang untuk munculnya berbagai startup.

Disampaikan Executive Director Skystar Ventures, Geraldine Oetama, persoalan transportasi dan startup yang memberikan solusi soal infrastruktur akan masih diminati banyak pihak, terutama pengguna yang ingin merasakan manfaat dari startup tersebut.

"Tadi pas sesi sharing juga, saya merekomendasikan para founder startup ini tidak mengikuti startup di luar (negeri). Tetapi, masalah lokal yang ada di Indonesia, agar jadi startup yang unik. Gojek tidak ada di luar (negeri), makanya startup fokus ke persoalan lokal," ujar Geraldine ditemui di Echelon Indonesia 2016, Balai Kartini, Jakarta, Rabu 6 April 2016.

Geraldine yang juga cucu dari Pendiri Kompas Gramedia, Jakoe Oetama ini  mengatakan, tengah mengincar beberapa startup yang ingin disuntik lewat perusahaannya tersebut pada 2016. Tetapi, ia enggan membeberkan startup yang dibidik oleh Skystars siapa saja.

"Ada rencana beberapa startup, tetapi soon kita umumkan. Sekarang, kita punya 10 startup portofolio yang sudah invest, di antaranya Hijup, Bridestory, dan Adskom," ungkapnya.

Wanita cantik ini juga mengemukakan, potensi pertumbuhan startup akan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan di Tanah Air. Hal itu diketahui, dilihat dari jumlah penetrasi mobile dan pengguna internet Indonesia yang selalu meningkat dari tahun ke tahun.

"Makanya kita bangun program inkubasi di universitas, karena dibutuhkan edukasi, dan juga membantu mahasiswa yang tertarik bergelut di startup. Pastinya, infrastruktur dan layanan di Indonesia masih menjadi permasalahan," tambah dia.

Geraldine mengatakan, Skystar Ventures ada tiga aspek utama, yakni program inkubasi untuk pelaku startup yang baru mengawali usahanya, memberikan fasilitas kerja di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Serpong, Tangerang, dan memberikan dana awal kepada startup.

"Skystar Ventures sendiri tertarik pada startup berbasis internet atau startup teknologi, baik lokal maupun luar negeri. Kita tertarik di semua startup, tidak satu sektor, mau itu dari e-commerce, edukasi, financial technology, software, dan lainnya," kata Geraldine. (asp)