Logo WARTAEKONOMI

Tiga Hal yang Perlu Diketahui dari Teknologi 5G

Apa Itu 5G?. (FOTO: The Verge).
Apa Itu 5G?. (FOTO: The Verge).
Sumber :
  • wartaekonomi

Teknologi 5G atau fifth generation (generasi kelima) merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya setelah 4G. Artinya, teknologi ini memiliki kemampuan yang lebih cepat.

Melansir dari BBC Kamis (8/8/2019), konektivitas 5G menjanjikan kecepatan pengunduhan dan pengunggahan data yang jauh lebih cepat, jangkauan yang lebih luas, dan koneksi yang lebih stabil.

Dengan 5G, spektrum radio yang digunakan lebih baik dan memungkinkan perangkat lebih banyak untuk mengakses internet seluler pada saat waktu yang bersamaan.

Kemutakhiran yang ditawarkan teknologi 5G menjadi bukti bahwa inovasi terus dilakukan. Meski demikian, sistem kerja yang dilakukan 5G sama seperti biasa.

Data akan dikirimkan melalui gelombang radio yang terbagi menjadi frekuensi yang memiliki perbedaan masing-masing. Perbedaan tersebut dibagi sesuai tipe komunikasi yang dibutuhkan.

Apa keunggulan 5G?

Jika melirik lebih dalam lagi tentang konsep 5G, ada beberapa keunggulan yang ditawarkan di luar keunggulan 2G, 3G, dan 4G. Berikut keunggulannya:

1. Memiliki kecepatan data yang jauh lebih tinggi dibandingkan 4G, sehingga membuat penggunanya akan lebih nyaman setelah memakainya. Menurut prediksi, kecepatan yang dimiliki jaringan 5G bisa mencapai 800 Gbps.

2. Memiliki kecepatan satu mili per detik untuk transfer data dari satu telepon ke telepon lainnya.

3. Teknologi jaringan 5G memberikan kelebihan yang sulit disamakan teknologi lain yaitu bisa terkoneksi dengan alat lainnya seperti peralatan rumah tangga, telepon dan mobil.

Kapan 5G akan hadir?

Sebagian besar negara tidak mungkin untuk meluncurkan layanan 5G sebelum 2020, tetapi Qatar Ooredoo mengatakan telah meluncurkan layanan komersial.

Sementara Korea Selatan bertujuan untuk meluncurkan tahun depan, dengan tiga operator jaringan terbesarnya sepakat untuk memulai pada saat yang sama.

China juga berlomba untuk meluncurkan layanan tersebut di tahun ini. Sementara itu, regulator di seluruh dunia sibuk melelang spektrum untuk perusahaan telekomunikasi yang telah bereksperimen dengan pembuat ponsel pada layanan baru.