Facebook Ajak Kamu Hidup di Alam Semesta Virtual
- NPR
VIVA – Facebook telah mengumumkan investasi besar-besaran untuk membangun metaverse, alam semesta dalam bentuk virtual. Analoginya begini. Anda memulai pagi dengan melakukan rapat di berbagai ruang konferensi. Di sela-sela rapat, Anda coba mencuri-curi waktu untuk berbincang dengan kolega tentang sebuah konser yang akan didatangi malam itu.
Nah, saat jam pulang kantor tiba, Anda pastinya bertemu dengan kolega di tempat konser dan kemudian menghabiskan waktu bersamanya sembari menonton pertunjukan konser tersebut. Setelahnya, Anda tidak lupa membeli kaos oblong sebagai kenang-kenangan.
Skenario seperti ini mungkin terdengar seperti hari-hari tipikal lainnya. Tapi, coba bayangkan semua itu Anda lakukan tanpa meninggalkan rumah? Ya benar. Selamat datang di metaverse.
Jadi, apa itu metaverse? Secara sederhana dapat didefinisikan sebagai realitas digital. Mirip dengan world wide web (www), tetapi menggabungkan aspek media sosial, augmented reality (AR), game online, dan cryptocurrency (mata uang kripto) untuk memungkinkan pengguna melakukan aktivitas dan berinteraksi secara virtual.
Konsep ini memang masih di tahap awal pengembangan, tapi potensinya dinilai sangat-sangat besar. "Saya cukup yakin pada titik ini bahwa metaverse akan menjadi ekonomi baru yang lebih besar dari ekonomi kita saat ini,” kata Kepala Eksekutif NVidia, Jensen Hang, seperti dikutip VIVA Tekno dari situs Deutsche Welle, Kamis, 21 Oktober 2021.
NVidia hanya satu dari sekian banyak perusahaan teknologi yang menanamkan investasinya di bidang metaverse. Perusahaan lainnya seperti Epic Games dan Microsoft juga telah meluncurkan inisiatif mereka sendiri.
Facebook juga selama bertahun-tahun telah melangkah ke arah ini dengan investasinya di bidang teknologi virtual dan augmented reality (AR). Kepala Eksekutif Facebook Mark Zuckerberg berharap suatu hari nanti orang-orang akan memikirkan perusahaan media sosial sebagai perusahaan metaverse.
"Alih-alih hanya melihat konten, tapi Anda justru berada di dalamnya,” kata Zuckerberg. Ia membandingkan gagasan metaverse dengan halaman web dua dimensi standard yang saat ini mengisi ruang internet.
Iterasi metaverse sejatinya telah ada selama bertahun-tahun. Hal itu dapat kita temukan ketika kita berbicara tentang media sosial, virtual reality (VR), game online, atau cryptocurrency. Game interaktif seperti Second Life, Fortnite, Minecraft, dan Robox, juga memiliki elemen metaverse.