21-11-1877: Thomas Edison Temukan 'Mesin Berbicara'

Thomas Alva Edison dengan fonograf
Sumber :
  • Wikimedia.org

VIVA.co.id – Thomas Alva Edison selama ini dikenal sebagai penemu bola lampu pijar. Selain temuannya yang penting itu, Edison juga punya penemuan tak kalah penting lainnya. 

Temuan Semprotan Hidung Pencegah COVID-19, Beri Perlindungan 5 Jam

Penemu asal Amerika Serikat itu pada 139 tahun lalu menemukan 'mesin yang berbicara' yaitu fonograf. Temuan ini dianggap sebagai salah satu temuan luar biasa yang dilahirkan dari tangan pria kelahiran Ohio, AS tersebut. Fonograf merupakan mesin pertama yang dapat memainkan dan menyimpan suara. Pada model tertua dipasangkan pita suara di lapisan film metal yang tipis. Versi berikutnya menggunakan pita suara dari bahan lilin dan seluloid. 

Edison tercatat menemukan fonograf terlebih dahulu sebelum menemukan bola lampu pijar.

Toshihiko Izutsu, Ilmuan Jepang yang Hafal Alquran dan Menguasai 30 Bahasa

Dikutip dari laman History, Senin 21 November 2016, Edison menemukan fonograf saat bekerja di laboratorium miliknya di Menlo Park, New York. Saat itu dia sedang mencari cara merekam komunikasi telepon di laboratoriumnya. 

Meskipun awalnya fonograf dipakai untuk mesin mendikte, namun perangkat itu terbukti menjadi alat populer untuk hiburan.

Menurut laman Todayinsci, jejak Edison menemukan ‘mesin berbicara’ itu tercatat pada September 1877. Sebulan sebelum dia berhasil menemukan perangkat berbicara itu, Edison memang ingin merekam otomatis pidato dari pelantang suara dengan cepat. 

Edison ingin melestarikan karakteristik suara dari pelantang suara sehingga nantinya orang terbiasa mengenali suara tersebut. Atas temuan mesin berbicara itu, Edison mendapat julukan sebagai 'Jagoan dari Menlo Park'.

Edison sempat menyisihkan temuan ‘mesin berbicara’ itu. Pada 1878, dia fokus untuk mengerjakan bola lampu pijar. Sementara dia fokus dengan lampu, penemu lain mengembangkan dan memperbaiki fonograf. 

Belakangan bekal temuan fonograf itu, membawa Edison untuk meluncurkan rangkaian hiburan bersuara melalui National Phonograph Company pada 1906 dan melahirkan Edison Disc Phonograph pada 1912, untuk bersaing dalam pasar rekaman. 

Piringan rekaman Edison mewarkan kualitas suara yang superior tapi sayangnya tak kompatibel dengan disc player populer lainnya. 

Eniya Listiani Dewi, Pakar Fuel Cell dari BPPT

Pengalaman Unik 3 Ilmuwan Perempuan, Eksperimen Meledak Depan Presiden

Memperingati Hari Perempuan Internasional, beberapa ilmuwan hebat wanita Indonesia menceritakan pengalaman-pengalaman tak terlupakan selama menjadi peneliti.

img_title
VIVA.co.id
8 Maret 2022