Usung Ecotourism, Hutan Konservasi Tambling akan Kaya Nilai Edukasi

Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di ujung selatan pulau Sumatera.
Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di ujung selatan pulau Sumatera.
Sumber :
  • google/Wito Wito

VIVA EdukasiTambling Wildlife Nature Conservation atau disingkat TWNC adalah hutan tempat pengembangbiakan alam margasatwa yang hidup liar dan di laut seluas 48.153 ha dan 15.089 ha konservasi laut yang bertempat di ujung selatan pulau Sumatera.

Sejak tempat ini dikaryakan pada tahun 1996 serta dikelola dan didanai sekaligus oleh Yayasan Artha Graha Peduli sampai tahun 2010, TWNC menjadi bagian dari acara go-green AGP yang merupakan sebuah perjanjian kerjasama antara TWNC dan Yayasan AGP. Yuk scroll artikel selegkapnya berikut ini.

Hal itu juga yang rupanya turut menarik perhatian Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid mengunjungi booth Artha Graha pada ajang Piala Dunia Panjat Tebing 2022 atau International Federation of Sport Climbing World Cup 2022 di Kawasan SCBD Jakarta pada akhir pekan lalu.

"Booth Artha Graha keren banget, benar-benar menampilkan suasana natural konservasi," ungkap Yenny usai pembukaan Piala Dunia Panjat Tebing 2022 (IFSC) World Cup Jakarta 2022.

Yenny mendapat penjelasan mengenai Tambling Wildlife Nature Conservation, yang juga merupakan rumah dari ratusan ekosistem Flora dan Fauna yang dilindungi kerjasama antara Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Artha Graha Peduli.

Selain pelestarian lingkungan, TWNC dan AGP juga berupaya memperbaiki taraf hidup masyarakat desa penyangga di sekitar TWNC dengan berperan aktif dalam bidang pendidikan anak-anak sekitar dan membeli hasil ladang masyarakat yang diproduksi secara "non chemical" dengan sistem "fair trade community", seperti madu, kopi dan jahe.

"Ke depannya TWNC juga ingin menjadi Ecotourism, namun tetap mengusung prinsip konservasi dalam pelaksanaannya," jelas Tim Konservasi TWNC Maria Edna kepada Yenny.