Trauma Imam Darto dengan Moge, Tiap ke Bengkel Rp2 Juta

Imam Darto bersama moge.
Sumber :
  • Thegaspol

VIVA.co.id – Motor custom tentu jauh dari wujud aslinya. Motor itu diracik memang dengan memerhatikan keindahan tanpa memfokuskan pada kenyamanan. Seperti umumnya motor custom bergaya klasik seperti cafe racer, scrambler, tracker dan jenis lainnya, hanya memanfaatkan mesin bawaan pabrik saja. Sisanya, kena sapuan rombak.

img_title Motor Bekas Rasa Baru, Modifikasi Warna Bodi Jadi Daya Tarik Utama

Mulai dari sasis, bodi, setang, sampai kaki-kaki dicustom oleh builder dengan material yang sudah ditentukan, begitu pun ukurannya. Oleh sebab itu tingkat kenyamanan jadi hilang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun ternyata hal ini pula yang membuat presenter dan penyiar Imam Darto merasa trauma. Dahulu pembawa acara 'The Comment' dan penyiar di Prambors itu sangat gandrung akan motor modifikasi. Motor itu pula yang digunakannya untuk touring perjalanan jauh. Rasa takut pun muncul, karena rasa nyaman hilang meski wujudnya memanjakan mata.

img_title Mewah Banget! Modifikasi Yamaha Aerox Alpha yang Terinspirasi dari Helm Arai

Alhasil motor custom berbasis Harley Davidson Shovel Head klasik lansiran 1975 bergaya bobber itu dijualnya. Kata dia, motor custom yang diberi nama Neng Karom atau 'Kancut Rombeng' ini dijual karena kenyamanan yang tidak memadai.

"Tertarik bikin custom lagi, tapi nomor satu harus nyaman. Karena saya naik itu (bobber) selalu kehujanan, saya panggil dia Si Kancut Rombeng, jadi saya kehujanan mulu dari depan belakang saja nyiprat. Saya pakai dua hari, di bengkel sebulan, terus baru pakai tiga hari, di bengkel tiga bulan," ujarnya kepada VIVA.co.id.

img_title Insinyur Motor Inggris Bisa Minder Lihat Kendaraan Ini di Indonesia

Sampai pada akhirnya Imam Dartio merasa jenuh dengan moge asal Amerika Serikat itu, karena sekali ke bengkel ia harus merogoh kocek hingga Rp2 jutaan. Pria kelahiran Jakarta, 12 November 1982 akhirnya memutuskan untuk menukar sang bobber dengan Indian Chief Classic lansiran 2014 yang diberi nama Black Mambah, karena bentuknya panjang dan hitam.

"Kalau custom sudah enggak ada (sekarang), karena saya sudah lumayan capek. Karena pakai bobber itu saya merasa duduk enggak enak, motor custom itu enak dilihat tapi dinaikin enggak enak. Makanya yang Indian di-custom sedikit saja buat behel depan belakang, jadi look-nya kayak Harley Dreser tahun 50-an begitu," tuturnya.
 

Yamaha Classy Modifest 2026 Surabaya

Dari Sid Vicious sampai Anime Jepang, Inspirasi Modifikasi Motor Makin Beragam

Perkembangan ini menunjukkan bahwa modifikasi motor telah bergeser menjadi bagian dari gaya hidup. Pemilik kendaraan tidak hanya ingin tampil berbeda.

img_title
VIVA.co.id
9 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut