5 Tips Menjaga Stamina Saat Lari 10K, Checklist Nutrisi Ini Dulu!

Ilustrasi lari
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VIVA – Popularitas olahraga lari terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya sekadar menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran, berbagai ajang lari jarak jauh seperti 10K, half marathon, hingga marathon kini juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang ingin hidup lebih sehat dan aktif.

img_title Apa Itu Tren One Stop Family? Olahraga hingga Aktivitas Keluarga dalam Satu Tempat

Namun, menyelesaikan lari jarak menengah hingga panjang tidak cukup hanya mengandalkan latihan fisik. Persiapan nutrisi juga memegang peran penting agar tubuh mampu mempertahankan performa sejak garis start hingga finis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat berlari dalam durasi yang cukup lama, tubuh akan terus menggunakan cadangan energi sebagai bahan bakar utama. Jika kebutuhan energi tidak terpenuhi dengan baik, pelari berisiko mengalami penurunan stamina, kelelahan lebih cepat, bahkan gagal menyelesaikan perlombaan.

img_title Kejurnas Catur 2026 Diikuti Ribuan Peserta

Karena itu, sebelum mengikuti lomba lari 10K maupun marathon, ada baiknya pelari memastikan kebutuhan nutrisi berikut sudah terpenuhi.

1. Pastikan Cadangan Karbohidrat Tubuh Terisi

img_title Bukan Cuma Harga, Ini yang Dicari Pelari Indonesia saat Memilih Sepatu

Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang digunakan tubuh saat berlari. Sebelum perlombaan, pelari dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks agar cadangan glikogen di otot dan hati terisi secara optimal.

Pada ajang lari jarak menengah hingga panjang seperti 10K, half marathon, dan marathon, tubuh mengalami pengurasan energi yang signifikan. Ketika cadangan glikogen mulai menurun, performa pelari dapat ikut terdampak, mulai dari penurunan stamina hingga kelelahan lebih cepat.

Dengan cadangan energi yang cukup, tubuh dapat mempertahankan intensitas lari lebih lama tanpa mudah kehilangan tenaga.

2. Jangan Abaikan Asupan Cairan dan Elektrolit

Selain energi, tubuh juga kehilangan banyak cairan melalui keringat selama berlari. Dehidrasi dapat menyebabkan detak jantung meningkat, tubuh terasa lebih berat, hingga konsentrasi menurun.

Karena itu, pastikan kebutuhan cairan sudah terpenuhi sebelum berlari dan tetap minum sesuai kebutuhan selama aktivitas berlangsung. Pada lari berdurasi panjang, minuman yang mengandung elektrolit juga dapat membantu mengganti mineral yang hilang akibat keringat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Siapkan Sumber Energi Tambahan Saat Race

Untuk lari dengan durasi lebih dari satu jam, pelari umumnya membutuhkan tambahan energi selama aktivitas berlangsung. Salah satu pilihan yang banyak digunakan adalah energy gel karena praktis dibawa dan mudah dikonsumsi saat berlari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut