Pernah Operasi Caesar atau Usus Buntu? Waspadai Risiko Perlengketan Usus

Ilustrasi sakit perut
Sumber :
  • Magnific

Dokter Spesialis Urologi Konsultan Trauma dan Rekonstruksi Urogenital Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Donny Eka Putra, Sp.U.(K), Subsp. Trauma and Reconstructive Urology, menjelaskan bahwa kasus kompleks membutuhkan keterlibatan beberapa disiplin ilmu kedokteran.

img_title Sakit Perut, GIlang Dirga Dilarikan ke IGD

"Pada kasus perlengketan yang kompleks, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada satu organ. Kami perlu memahami hubungan antar organ yang terlibat agar tindakan dapat direncanakan secara menyeluruh, termasuk menjaga fungsi saluran kemih dan melakukan rekonstruksi jika diperlukan," ungkap dr. Donny.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kolaborasi tersebut, dokter bedah digestif menangani gangguan pada usus, termasuk pelepasan jaringan perlengketan apabila memang diperlukan. Sementara dokter urologi rekonstruksi mengevaluasi keterlibatan saluran kemih dan melakukan tindakan perbaikan atau rekonstruksi sesuai indikasi medis.

img_title Miris, Dioperasi Caesar saat Sekarat, Ibu-Bayi Meninggal di RSUD Ruteng

Tidak Semua Perlengketan Harus Dioperasi

Untuk menentukan penanganan yang tepat, dokter terlebih dahulu mengevaluasi riwayat operasi, melakukan pemeriksaan fisik, serta mempertimbangkan pemeriksaan penunjang seperti CT Scan.

img_title Trauma Gara-gara Dipaksa Lihat Istri Operasi Caesar, Pria Ini Gugat Rumah Sakit Triliunan Rupiah

Pemeriksaan tersebut membantu dokter menilai kondisi organ di dalam rongga perut dan kemungkinan komplikasi. Meski demikian, perlengketan tidak selalu dapat terlihat secara langsung melalui pemeriksaan pencitraan.

Keputusan untuk melakukan operasi juga tidak bisa diambil hanya berdasarkan keberadaan jaringan perlengketan. Dokter perlu mempertimbangkan tingkat keparahan gejala, gangguan fungsi organ, potensi komplikasi, serta manfaat dan risiko tindakan bagi pasien.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, mengatakan kolaborasi antarspesialis merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan yang mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bagi kami, pelayanan kesehatan bukan hanya tentang menangani suatu penyakit, tetapi juga memahami kondisi pasien secara menyeluruh. Melalui kolaborasi dokter dari berbagai spesialisasi dan dukungan fasilitas medis yang terintegrasi, kami ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat, sekaligus memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga dalam setiap proses perawatan," ujar dr. Margareth.

Riwayat operasi perut memang tidak selalu berujung pada perlengketan yang menimbulkan gangguan. Namun, apabila muncul nyeri perut berulang, kembung, muntah, atau kesulitan buang air besar maupun buang angin, pemeriksaan medis perlu dilakukan. Terlebih jika keluhan disertai nyeri hebat atau muntah terus-menerus, pasien perlu segera mendapatkan pertolongan medis karena bisa menjadi tanda sumbatan usus.

Ilustrasi konsultasi dengan dokter secara online. (Unsplash.com/National Cancer Institute)

Kritik Menkes soal Dokter Umum Bisa Operasi Caesar, DPR: Kita Sedang Bicara Nyawa

Menurut DPR, tindakan operasi caesar tak bisa sembarangan dilakukan oleh tenaga medis yang tak memiliki kualifikasi.

img_title
VIVA.co.id
17 Mei 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut