Waktu Makan Ternyata Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental

Depresi.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Tekno – Tetap terbangun disaat jam istirahat pada malam hari dapat membawa dampak negatif terhadap mood dan emosional seseorang.

img_title Kesehatan Mental Tak Cukup dengan Curhat, Kenali Pentingnya Mengelola Emosi dan Luka Batin

Lebih dalam, mengerjakan pekerjaan disaat orang-orang lain telah terlelap juga sangat beresiko bagi kesehatan mental seseorang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Studi menunjukkan, bahkan setelah bertahun-tahun dihabiskan untuk bergadang, tubuh kita tidak akan sepenuhnya beradaptasi dengan jadwal yang berubah. Faktanya, efek negatifnya tampak semakin buruk semakin lama jam biologis digagalkan.

img_title Waspada Risiko Digital dalam Trading, Ini 7 Ancaman yang Bisa Bikin Modal Hilang

Sementara itu, banyak pekerjaan yang mengharuskan untuk tetap terjaga pada malam hari.

Selain melatonin dan terapi cahaya yang sudah diselidiki sebagai solusinya. Saat ini, para peneliti juga mengajukan obat mujarab potensial lainnya, yakni mengubah waktu makan, seperti dikutip dari situs Livescience, Kamis, 15 September 2022.

img_title Dari Simulasi hingga Backtesting, Begini Cara Menguji Strategi Trading di Era Digital

"Temuan kami membuka pintu untuk strategi perilaku tidur/sirkadian baru yang mungkin juga bermanfaat bagi individu yang mengalami gangguan kesehatan mental," kata ahli saraf Sarah Chellappa, yang membantu melakukan uji coba secara acak saat bekerja di Brigham and Women's Hospital di Boston.

Adapun, keseimbangan hormon tubuh manusia yang khas berfluktuasi sepanjang hari berdasarkan jam sirkadian mereka, dan bukti menunjukkan bahwa makan malam dapat mengganggu metabolisme.

Itu bisa menjadi bagian dari alasan mengapa pekerja shift malam cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi dan rasio pinggang-pinggul yang lebih besar daripada pekerja siang hari.

Selain itu, gangguan kontrol glikemik juga merupakan faktor risiko umum untuk gangguan mood ditambah dengan depresi dan obesitas sering berjalan beriringan dalam lingkaran setan yang meningkatkan risiko dan tingkat keparahan kedua kondisi tersebut.

Adapun, hal ini masih menjadi bidang penelitian yang baru muncul, tetapi percobaan baru-baru ini menunjukkan bahwa membatasi makan di siang hari dapat membantu mencegah kerentanan suasana hati yang terkait dengan kerja malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelitian tersebut berlangsung selama dua minggu, 19 peserta menjadi sasaran simulasi kerja malam dalam uji coba terkontrol secara acak.

Makanan di antara setengah dari kelompok itu dimakan pada siang dan malam hari, sementara separuh lainnya hanya di makan pada siang hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut