Dompet Kripto Bernilai Rp441 Juta Dicuri Penjahat Siber

Ilustrasi kripto.
Sumber :
  • The Verge

VIVA Tekno - Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan dompet perangkat keras (hardware wallets) menjadi tidak aman karena adanya insiden pencurian yang mengakibatkan hilangnya 1,33 BTC atau setara US$29.585 (Rp441 juta). 

img_title Dunia Aset Digital Berubah Cepat, Apa yang Perlu Dipahami Masyarakat Sebelum Ikut Terjun?

Hardware wallets sebelumnya dipercaya sebagai cara yang aman untuk menyimpan aset digital dengan asumsi bahwa dompet tersebut tidak dapat ditembus. Namun temuan Kaspersky menunjukkan bahwa itu masih ada risiko keamanan seperti penggunaan perangkat palsu atau yang terinfeksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dompet ini juga dikenal sebagai cold wallet yang berfungsi untuk menyimpan kunci aset kripto pada perangkat seukuran stik USB, yang harus dicolokkan ke komputer untuk mengirim kripto atau berinteraksi dengan protokol keuangan terdesentralisasi. 

img_title Mulai 2027, Transaksi Kripto di Luar Negeri Bisa Terlacak Otoritas Pajak RI

Sehingga perangkat ini secara umum dianggap lebih aman daripada yang terhubung ke internet setiap saat.

Namun penyelidikan baru-baru ini oleh Kaspersky mengungkapkan kasus pencurian aset yang jarang terjadi dari dompet perangkat keras, dimana penjahat dunia maya membuat taktik canggih untuk memaksimalkan keuntungan.

img_title TOKEN2049 Singapore 2026, Industri Kripto Global Dinilai Terus Berkembang

Korban tidak melakukan transaksi apa pun pada hari itu, dan cold wallet tidak terhubung ke komputer. Dengan demikian, korban tidak segera mengetahui pencurian tersebut dan penipu mentransfer sebesar 1,33 BTC tanpa sepengetahuan korban.

Meski salinan yang dipelajari tampak identik dengan aslinya, perangkat tersebut menunjukkan tanda-tanda gangguan saat membukanya.

Bitcoin

Photo :
  • U-Report

Alih-alih menyatu bersama secara ultrasonik seperti dompet perangkat keras asli, setiap bagian dari perangkat diisi dengan lem dan disatukan dengan selotip dua sisi. 

Selain itu, dompet memiliki mikrokontroler yang berbeda dengan mekanisme perlindungan baca dan memori flash dinonaktifkan sepenuhnya, jika dibandingkan dengan yang asli. Hal ini membuat para peneliti menyimpulkan bahwa korban telah membeli dompet perangkat keras terinfeksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu penyerang hanya membuat tiga perubahan pada firmware asli bootloader dan dompet itu sendiri.

Mereka menghapus kontrol mekanisme perlindungan, mengganti seed frase yang dibuat secara acak dengan salah satu dari 20 frase yang telah ditetapkan, dan hanya menggunakan karakter pertama dari kata sandi tambahan. Ini memberi penyerang total 1.280 opsi untuk mengambil kunci ke satu dompet palsu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut