Amazon Diminta Hentikan Penjualan Keset Berlafadz Allah

Drone milik Amazon.
Sumber :
  • DailyMail.uk

VIVA.co.id – Warga muslim dunia dikejutkan oleh Amazon. Platform e-commerce itu ketahuan menjual keset  berhiaskan lafadz Allah. Amazon pun diminta segera menurunkan iklan baris yang menjual keset tersebut.

img_title Industri E-Commerce Indonesia: Antara Inovasi, Efisiensi dan Regulasi yang Mendukung

Kemarahan warga muslim kepada Amazon ini berawal saat seorang konselor Birmingham, Mariam Khan, yang mengunggah protesnya di Twitter. Khan meminta Amazon menurunkan iklan itu dari daftar dagangannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keset ini jelas-jelas menghina warga muslim. Tolong hapus item ini dari situs anda segera," ujar wanita berusia 26 tahun itu, seperti dilansir Metro.co.uk, Senin, 5 Desember 2016.

img_title Berkah Ramadan, Produk UMKM di E-Commerce dan Pengiriman Melonjak Tajam

Usai menuliskan cuitan tersebut, Khan juga melaporkan telah menelepon pihak Amazon untuk melakukan penghapusan iklan baris itu. Khan mengaku, pihak Amazon mau bekerja sama merespons laporannya.

img_title E-Commerce Ini Perkuat Komitmen Dukung UMKM dan Brand Lokal dengan Inovasi Teknologi dan Logistik Terpadu

"Saya rasa, menjual barang yang berbentuk keset dengan hiasan yang menunjukkan agama tertentu, sama saja menyakiti hati umat beragama. Apalagi keset, banyak dipakai untuk membersihkan kaki. Sama saja dengan meminta orang yang pintu untuk menginjak tulisan itu. Bayangkan jika ada tulisan dalam Injil yang menjadi hiasan keset ini," kata Khan.

Khan mengakui Amazon telah meminta maaf atas kekeliruan tersebut. Kepada situs Sunday Mercury, pihak Amazon menjelaskan, item tersebut dijual oleh pihak ketiga, dan bukan oleh Amazon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami telah pastikan, produk itu tidak lagi kami jual di Amazon," ujar juru bicara Amazon.

cuci mata versi digital - meninggalkan keranjang belanja tanpa membeli

Perilaku Konsumen Era Digital: Keranjang Penuh, Tapi Dompet Selamat

Media sosial pemicu belanja impulsif, tapi banyak konsumen hanya mengisi keranjang tanpa checkout karena sadar perbedaan keinginan dan kebutuhan.

img_title
VIVA.co.id
17 April 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut