Digigit Ular, Bayi ini Gigit Balik Ular Tersebut

Ilustrasi ular
Ilustrasi ular
Sumber :
  • Pixabay

VIVA Lifestyle  – Ular, apalagi ular berbisa memang berbahaya. Racun atau bisa dan gigitannya bisa sangat menyakitkan dan mematikan. Namun, ada kisah unik nan seram yang terjadi di Turki yaitu, seorang bayi menggigit balik ular yang telah menggigitnya. 

Melansir dari Fox News, seorang bayi berusia dua tahun menggigit seekor ular yang menggigit bibirnya, dengan menggigitnya kembali dan membunuh reptil melata tersebut. Insiden mengejutkan itu terjadi di desa Kantar, dekat Bingol, di Turki, pada 10 Agustus 2022, 

Tetangganya melakukan pertolongan pertama dan membawa gadis kecil itu ke rumah sakit anak setelah insiden. Bayi tersebut ditempatkan di bawah pengawasan dokter selama 24 jam. Dilaporkan, bayi berinisial SE tersebut sudah pulih dan baik - baik saja. 

Bayi SE yang menggigit ular yang mengigitnya

Bayi SE yang menggigit ular yang mengigitnya

Photo :
  • shethepeople.com

Diketahui, kronologinya SE sedang bermain di halaman belakang rumahnya ketika dia mulai berteriak dengan kencang dan keras. Para tetangga segera bergegas untuk memeriksa bayi tersebut dan terkejut menemukan bekas gigitan di bibirnya dan seekor ular sepanjang 50 sentimeter dijepit di mulutnya. 

Bayi tersebut berhasil membunuh "tamu tak diundang" tersebut dengan cara mengigitnya dengan keras menggunakan giginya. 

"Tetangga kami memberi tahu saya bahwa ular itu ada di tangan anak saya, dia "bermain" dengannya dan kemudian menggigit bayi saya. Kemudian bayi saya pun menggigit ular itu kembali sebagai balasan reaksi," kata Mehmet Ercan, ayah dari bayi tersebut. Saat kejadian berlangsung, Mehmet sedang tak berada di rumah dan pergi bekerja. 

Ilustrasi ular

Ilustrasi ular

Photo :
  • Pixabay

Newsweek malaporkan bahwa terdapat 45 spesies ular yang ditemukan di Turki dan 12 di antaranya berbisa. Namun,"beruntungnya" bayi kecil tersebut bertemu dengan spesies ular yng tidak berbisa dan ia baik - baik saja. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anak-anak lebih rentan terhadap efek bisa dari gigitan ular berbusa dibandingkan dengan orang dewasa karena ukuran tubuh mereka yang lebih kecil.

Racun ular berbahaya karena mengandung neurotoksin yang mengganggu impuls saraf. Beberapa efek berbahaya dari gigitan ular adalah kelumpuhan, pendarahan, kerusakan jaringan dan kegagalan organ.