Belajar Jadi Pendeta, Wanita Ini Malah Mantap Mualaf dan Berhijab

Mualaf Bernama Paris
Sumber :
  • Tangkapan Layar

VIVA Lifestyle – Wanita bernama Paris ini memilih untuk menjadi mualaf ketika dirinya menjalani pendidikan sebagai seorang pendeta. Keinginannya untuk menjadi seorang mualaf terjadi saat dirinya mempelajari teologi agama kristen saat itu.

Keistimewaan Makam Baqi dan Ma'la, Tak Pernah Penuh Walau Jenazah Ditimbun Berulang

"Setelah lulus SMA saya ikut pelayanan di gereja dan berkotbah. Rencananya saya mau menjadi pendeta. Satu tahun setelahnya di tahun itu saya malah masuk islam. Saya sebenarnya mau masuk sekolah misionaris dengan biaya beasiswa dan menjadi pendeta bertasbih," kata dia dikutip dari tayangan YouTube Ummu TV. Scroll lebih lanjut ya.

Wanita yang bekerja di kepolisian ini menyebut perjalanannya mendapatkan hidayah berawal saat dirinya belajar teologi agama Kristen. Saat mempelajari teologi agama Kristen semakin dalam, Paris mengaku banyak pertanyaan muncul dan banyak kontradiksi dalam teologi yang dipelajarinya.

Terpopuler: Kisah Mualaf Gonzales, Persib Gagalkan Keunggulan Bali United

Saat itu, dia mengaku bingung dan bertanya-tanya mengapa dirinya mengambil jurusan teologi agama kristen. Dia kemudian bertemu dengan temannya yang beragama muslim.

YouTuber Daud Kim Resmi Dilaporkan karena Dugaan Penggalangan Dana Ilegal untuk Bangun Masjid

"Dia memperkenalkan saya pada saudara perempuannya dan saya mulai belajar Islam dari keluarganya, Alhamdulillah," jelasnya.

Paris juga mengungkap saat mempelajari Islam dia menemukan adanya banyak kemiripan antara Islam dan Kristen. Kemiripan itu membuatnya semakin memperdalam Islam. 

"Itulah titik awalnya dimulai perjalanan ini. Tapi itu bukan sekali langsung terjadi wow, saya akan masuk Islam dan merubah hidup saya. Tapi dari banyak hal kecil yang menyebabkan saya menyadari wow bahwa inilah yang sebenarnya. Dan itu tumbuh dari hal-hal kecil," kata dia.

Ilustrasi wanita berdoa.

Photo :

Namun perjalanannya untuk menemukan hidayah tak berhenti sampai di situ. Saat itu Paris yang masih berusia 18 tahun mengaku sangat terburu-buru memutuskan untuk menjadi muslim tanpa memiliki dasar ilmu agama.

"Saya terlalu ceroboh mau melakukan semuanya dengan cepat. Saya sudah bersyahadat saya mulai pakai hijab makan makanan yang halal dan semua terjadi," katanya.

Paris juga menjelaskan penting bagi mereka yang ingin menjadi seorang mualaf untuk berkomunikasi. Tak hanya kepada orang tua, tapi juga kepada ulama untuk mendapatkan ilmu.

"Karena itu saya ingin berpesan pada yang mau menjadi mualaf bahwa sangat penting untuk bisa selalu komunikasi dengan orang tua dan keluarga. Kalian juga perlu menjelaskan kepada mereka hal yang mendasar dengan jelas apa itu Islam," kata dia.

Dia menambahkan,"Sangat tidak baik jika putus hubungan dengan keluarga. Itu semua tergantung pada pengetahuan, dan akhirnya harus belajar tentang agama ini dengan benar membaca, menghafal hadist, membaca Al Quran dengan tafsir dan pahami agama ini, apa petunjuknya dan diskusi dengan ulama untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan Anda," sambungnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya