Dituding Bahaya, Tapi Kok Ada Perokok Panjang Umur?

Ilustrasi merokok.
Sumber :
  • www.autoguide.com

VIVA – Bicara soal bahaya merokok, sejumlah penelitian telah menyebutkan bahwa rokok merupakan faktor risiko bagi sejumlah penyakit kardiovaskular salah satunya jantung koroner. Penyakit jantung koroner disebut sebagai salah satu pembunuh tertinggi di dunia.

img_title Pria Usia 45 Tahun Wajib Waspada! Ini Gejala Penyakit Jantung Koroner Si 'Silent Killer' yang Tak Boleh Disepelekan

Meski demikian, selalu ada saja alasan dan argumen dari perokok yang cenderung membantah bahwa rokok berbahaya. Salah satunya dengan mengatakan, banyak perokok yang masih merokok di usia tua dan masih terlihat sehat. Bahkan ada pula yang berumur panjang. Tapi mengapa demikian?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kita bicara variasi genetik memang ada beberapa orang, efek merokok tidak selalu keluar. Tapi seberapa banyak, sih? Tapi kalau bicara statistik kita harus percaya bahwa seorang perokok efek samping akan keluar," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP, saat jumpa pers, di kawasan Jakarta Barat, Selasa, 5 Juni 2018.

img_title 10 Superfood untuk Jantung Sehat: Bikin Kamu Makin Fit dan Bugar

Dalam presentasinya, dr. Ade memaparkan data statistik WHO menyebut kematian dini yang disebabkan oleh rokok di dunia mencapai hampir 5,4 juta kematian per tahun. Jika ini terus terjadi, diperkirakan 10 juta orang perokok meninggal setiap tahunnya pada 2025.

"Sebesar 35-40 persen kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular dan berhubungan dengan rokok. Sedangkan 25-30 persen menunjukkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler pada perokok pasif," kata dia.

img_title Heartology Cardiovascular Hospital Gelar Konferensi Ilmiah Kardiovaskular CARES 2024

Selain itu, jumlah kasus penyakit jantung pada 2017 bertambah bila dibandingkan dengan jumlah kasus pada 2016 yang hanya 6,5 juta kasus. Data BPJS juga menunjukkan, negara menggelontorkan dana Rp. 6,5 triliun pada periode Januari -September 2017 untuk membiayai 7 juta kasus penyakit jantung di lndonesia.

"Fakta ini menunjukkan bahwa penyakit Jantung menempati peringkat tertinggi pembiayaan penyakit katastropik di lndonesia," jelasnya. Karenanya, dr. Ade mengimbau bahwa pengendalian tembakau harus dilakukan secara holistik dan terintegrasi, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Ilustrasi pemeriksaan oleh dokter

Didiagnosis Penyakit Jantung, Sulistiyatno Terbantu JKN Jalani Kontrol Rutin

Sulistiyatno yang didiagnosis dengan penyakit jantung koroner dan harus menjalani pemasangan ring jantung mengungkap manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

img_title
VIVA.co.id
28 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut