Ahli Sebut Virus Corona Tinggi Sehari Sebelum Timbul Gejala

Virus corona
Sumber :
  • Times of India

VIVA – Gejala virus corona atau COVID-19, berbeda-beda tiap orangnya. Ada yang merasakan beberapa gejala sekaligus, tapi tak sedikit yang tidak merasakan gejala sama sekali, atau biasa disebut Orang Tanpa Gejala (OTG). 

Maka dari itu, disarankan untuk segera menjalani tes COVID-19, apabila merasa telah melakukan kontak dengan pasien virus corona dan tidak perlu menunggu sampai timbul gejala, karena semakin dibiarkan, viral loadnya akan semakin banyak di dalam tubuh. 

Dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne, spesialis penyakit dalam, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, bahkan mengatakan virus corona tinggi satu hari sebelum timbul gejala. 

Baca juga: Studi Baru Ungkap Kondisi Paru-paru Pasien COVID-19 yang Meninggal

"Bahkan ada satu research, justru virus tinggi itu malah satu hari sebelum gejala timbul. Jadi dia belum bergejala, virusnya sudah tinggi. Dan virus itu bertahannya seminggu, dua minggu itu sudah mulai turun," ujarnya di studio tvOne, Selasa 3 November 2020. 

Lebih lanjut, Profesor Ari menjelaskan, jika ada pasien COVID-19 yang masih positif meski sudah empat minggu, menurut dia, hal itu hanya tinggal fragmen-fragmennya saja. 

"Kalau yang paling beratnya itu biasanya seminggu pertama. Satu hari sebelum bergejala sampai satu minggu. Makanya bedain, mau diperiksa dengan rapid test yang antibodinya atau swab. Kalau antibodinya mungkin masih negatif, belum muncul. Tapi kalau di swab bisa positif. Yang penting, kalau kita ke dokter, biasanya kita cek darahnya. Nah, darahnya sudah bisa mengarah," tutur dia. 

Sayangnya, Ari melihat masyarakat sudah mulai abai dengan protokol kesehatan. Padahal, COVID-19 masih mengintai negeri ini. Ia menjelaskan, hal ini dikarenakan masyarakat sudah mulai bosan. 

BA.4 dan BA.5 ditemukan di RI, Pelonggaran Masker Ditinjau Ulang

"Sekarang orang sudah bosan, tapi tetap protokol kesehatan dijaga, harus tetap pakai masker, jaga jarak. Ini terjadi biasanya yang jadi masalah kalau kita makan minum bareng," tutur Ari Fahrial Syam.

Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

Tips Mencegah Penyebaran Infeksi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak

Ilustrasi hidung/bibir.

Kursus Senyum Dibuka, Biayanya Rp800 Ribu per Jam

Setelah terbiasa memakai masker sejak pandemi COVID-19 melanda, para siswa di Jepang kini banyak mengikuti kursus senyum yang dilatih oleh seorang instruktur profesional.

img_title
VIVA.co.id
7 Juni 2023