7 Mitos Penyakit Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Nyamuk Aedes aegypti
Nyamuk Aedes aegypti
Sumber :
  • Times of India

VIVA – Kasus demam berdarah mulai menunjukan peningkatan, penyakit ini bahkan lebih menakutkan daripada ancaman COVID-19 saat ini.  Dengan jenis virus dengue baru yang ganas, DENV-2 dikatakan menyebabkan demam parah.

Kita harus berhati-hati dan mengikuti langkah-langkah kritis untuk mengendalikan penyebaran demam berdarah, dan infeksi musiman lainnya. Saat epidemi demam berdarah melonjak seiring dengan pandemi COVID-19, inilah yang perlu diketahui tentang menjaga kesehatan saat ini, dikutip dari Times of India.

Mitos: Demam berdarah adalah infeksi ringan, tidak seperti COVID-19

Karena demam berdarah secara aktif menyebar pada saat COVID-19, kita tidak hanya menghadapi ketakutan akan munculnya gejala yang membingungkan dan menunda diagnosis dan pengobatan, tetapi juga berpikir bahwa tidak seperti COVID-19, demam berdarah tidak memiliki risiko fatal yang menyertainya.

Virus Corona.

Virus Corona.

Photo :
  • Times of India

Sementara COVID-19 adalah infeksi virus yang sangat parah, demam berdarah, juga dikenal sebagai demam patah tulang juga bisa berbahaya dan menyebabkan komplikasi jika pengobatan tidak dilakukan tepat waktu. 

Sama seperti banyak infeksi lainnya, infeksi dengue bisa ringan atau parah. Kemungkinan infeksi berubah menjadi parah dapat semakin meningkat jika pengobatan tidak dicari pada waktunya.