Ini Gejala Omicron Paling Umum pada Pasien yang Sudah Divaksin

Ilustrasi jaga jarak/virus corona/COVID-19.
Ilustrasi jaga jarak/virus corona/COVID-19.
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Vaksin COVID-19 sudah terbukti tak hanya membantu mencegah infeksi parah, tetapi juga meminimalkan risiko rawat inap dan kematian. Namun, saat varian baru terus muncul, apakah vaksin COVID-19 terbukti efektif?

Temuan terbaru menunjukkan bahwa varian virus corona baru, Omicron, berpotensi lolos dari kekebalan yang diinduksi vaksin. Mengingat bahwa ia memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan, para ahli mengatakan bahwa itu dapat mengembangkan mekanisme pelarian kekebalan, yang membantu mereka menghindari perlindungan vaksin.

Sementara individu yang tidak divaksinasi tetap berisiko lebih besar tertular virus dan mengembangkan penyakit parah, menurut lembaga kesehatan, infeksi terobosan dapat terjadi dan menyebabkan berbagai penyakit.

"Vaksin saat ini diharapkan dapat melindungi terhadap penyakit parah, rawat ina  dan kematian akibat infeksi varian Omicron. Namun, infeksi terobosan pada orang yang divaksinasi lengkap kemungkinan akan terjadi,” demikian menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dikutip dari laman Times of India, Minggu, 16 Januari 2022.

Ilustrasi COVID-19/Virus Corona.

Ilustrasi COVID-19/Virus Corona.

Photo :
  • pexels/Edward Jenner

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa vaksin COVID-19 saat ini mungkin perlu dibuat ulang untuk memastikan mereka efektif melawan Omicron dan varian virus corona di masa depan. Hal ini karena varian Omicron bisa menghindari beberapa antibodi yang tercipta oleh dua dosis vaksin dan oleh karena itu vaksin yang ada mungkin perlu diperbarui.

Meskipun vaksin COVID-19 yang tersedia memberikan tingkat perlindungan tertentu terhadap virus SARs-COV-2, penelitian telah menunjukkan bahwa infeksi terobosan dapat terjadi pada individu yang divaksinasi sebagian dan sepenuhnya.