Muncul Lagi COVID-19 Varian NeoCov, Apakah Lebih Mematikan?

Ilustrasi COVID-19/virus corona
Ilustrasi COVID-19/virus corona
Sumber :
  • Freepik

NeoCov ditemukan pada populasi kelelawar di Afrika Selatan dan telah menyebar di antara hewan-hewan ini. 

"Tetapi mutasi lebih lanjut dapat membuatnya berpotensi berbahaya," kata mereka. 

Ilustrasi COVID-19/Virus Corona.

Ilustrasi COVID-19/Virus Corona.

Photo :
  • pexels/Edward Jenner

"Dalam penelitian ini, kami secara tak terduga menemukan bahwa NeoCov dan kerabat dekatnya, PDF-2180-CoV, dapat secara efisien menggunakan beberapa jenis enzim pengubah Angiotensin 2 (ACE2) kelelawar, dan yang kurang menguntungkan, ACE2 manusia untuk masuk," ujar studi tersebut. 

Mereka juga mengatakan bahwa infeksi NeoCov tidak dapat dinetralisir silang oleh antibodi yang menargetkan SARS-CoV-2 atau MERS-CoV. 

ACE2 adalah protein reseptor pada sel yang menyediakan titik masuk bagi virus corona untuk terhubung dan menginfeksi berbagai sel. 

"Studi kami menunjukkan kasus pertama penggunaan ACE2 pada virus terkait MERS, menjelaskan potensi ancaman keamanan hayati dari kemunculan ACE2 pada manusia menggunakan MERS-CoV-2 dengan tingkat kematian dan penularan yang tinggi," kata penulis studi menambahkan.