Tingkat Kematian Cacar Monyet Capai 16 Persen, IDI Beberkan Gejalanya

Gambar virus cacar monyet lewat miskroskop
Gambar virus cacar monyet lewat miskroskop
Sumber :
  • Cynthia S. Goldsmith, Russell Regner/CDC via AP

VIVA Lifestyle – Penyakit cacar monyet kini telah menjadi darurat kesehatan global sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau masyarakat untuk waspada akan penyebarannya.

Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memang belum menyatakan adanya kasus konfirmasi cacar monyet. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada dan memahami gejala hingga cara menghindarinya.

Ketua Satgas Monkeypox PB IDI dr. Hanny Nilasari, SpKK, kembali mengingatkan bahwa penyakit menular tersebut cukup berbahaya hingga berujung pada kematian. Dalam acara media interview yang dilaksanakan secara daring, dr Hanny menyebutkan bahwa tingkat kematian akibat cacar monyet berkisar antara 0-16 persen.

Mengutip dari jurnal epidemologi tentang cacar monyet yang terbit pada 2017, dr. Hanny menjelaskan bahwa ketika virus tersebut menjalar ke seluruh tubuh, maka akan besar kemungkinannya untuk terjadi komplikasi yang berujung pada kematian seperti Bronkopneumonia hingga infeksi pada otak.

Monkeypox atau cacar monyet

Monkeypox atau cacar monyet

Photo :
  • crosstimbersgazette

"Tergantung komplikasi ada di mana. Kalau komplikasi ada di otak atau terjadi sepsis tentu angka kematian akan lebih tinggi," jelas dr. Hanny.

Cacar monyet dapat menular melalui kontak fisik secara langsung oleh penderita. Virusnya ditransfer melalui cairan yang terdapat dalam ruam pada tubuh penderita.