Studi: Operasi Turunkan Berat Badan Bisa Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi diet.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Sebuah studi mengungkapkan bahwa pasien obesitas yang menjalani operasi penurunan berat badan, mempunyai risiko lebih rendah kehilangan nyawa dalam lima tahun. Obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang mendapatkan penyakit seperti serangan jantung, stroke, dan sejumlah kanker.

Ngeri, Dokter Temukan Benda Sebesar Melon di Lambung

Dilansir laman Dailymail, bukti ilmiah menunjukkan bahwa operasi dapat mencegah kematian yang berhubungan dengan obesitas dan morbiditas. Namun, studi ini kurang dalam populasi yang menjalani operasi bypass lambung.

Para peneliti yang dipimpin oleh Dr Christina Persson dari University of Gothenburg di Swedia, menilai para pasien obesitas yang menjalani operasi bariatric dan membandingkannya dengan rekan-rekan mereka yang tidak melakukan operasi.

Wanita Penderita Obesitas di Indonesia Meningkat 35 Persen

Studi  dilakukan terhadap hampir 49.000 pasien obesitas dan menunjukkan orang yang tidak operasi lebih mungkin untuk meninggal. Peneliti menggunakan registrasi pasien di semua rumah sakit yang berada di Swedia.

Populasi penelitian berasal dari 48.693 pasien berusia 18 tahun hingga 74 tahun. Dari 22.581 pasien menjalani operasi bariatrik, 92,8 persen diantaranya menjalani operasi bypass lambung. Sisanya 26.112 pasien obesitas tidak melakukan operasi.

Potong Lambung Bisa Turunkan Berat Badan Hingga 29 Kg

Para peneliti menemukan tingkat kematian lebih tinggi pada kelompok yang tidak melakukan operasi (4,21 persen) dibandingkan dengan kelompok bedah (1,1 persen) atau setara dengan 7,7 berbanding 2,1 kematian per 1.000 orang setiap tahun. 

wanita Obesitas liburan

Hampir Semua Penyakit Bersumber dari Kegemukan

Orang yang tidak gemuk kemungkinan terkena penyakitnya kecil.

img_title
VIVA.co.id
18 Juli 2017