Banyak yang Mudik, Harga Kuliner Semarang Disidak

Sidak kuliner di Semarang
Sumber :
  • VIVA/ Dwi Royanto/ Semarang

VIVA – Melakukan mudik, tak lengkap rasanya jika tidak berburu kuliner khasnya. Salah satu daerah yang sering menjadi tempat berburu kuliner saat mudik adalah Semarang, Jawa Tengah.

Sate Koyor Karangsaru Legendaris Khas Semarang, Jelang Buka Banyak yang Ngantre

Kota ini, memiliki banyak makanan khas, dan tak pernah sepi pembeli saat momen mudik Lebaran Idul Fitri. Salah satu sentra kuliner khas yang ramai dikunjungi berada di shelter pedagang kaki lima Simpang Lima.

Kawasan di jantung kota Semarang itu memang menawarkan puluhan kuliner lezat yang cocok untuk dinikmati. Tak hanya kuliner untuk disantap di tempat, beragam sentra oleh-oleh juga berjajar. Namun sayangnya, momentum jelang Lebaran kerap dimanfaatkan pedagang tertentu dengan menaikkan harga yang tak wajar.

Nikmatnya Buka Puasa dengan Nasi Ruwet Khas Semarang

Mengantisipasi hal itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara khusus melakukan sidak PKL untuk mengecek harga kuliner Semarang jelang Lebaran. Sidak harga dilakukan pada Selasa malam, 12 Juni 2018 tepat saat sentra kuliner tersebut ramai diserbu pemudik.

Hendrar didampingi Wakil Wali Kota Heaverita Gunaryati Rahau terlihat bertanya-tanya kepada beberapa pemudik yang sedang duduk bersantap. Ia mengulik kesan pemudik mulai dari suasana PKL, rasa hingga harga kuliner yang dijajakan di Semarang.

Sensasi Berbuka Puasa dengan Sate Tulang Ayam, Seperti Apa Rasanya?

Menurut Hendrar, pantauan harga kuliner itu menjadi penting untuk diperhatikan, mengingat layanan kuliner Simpang Lima menjadi ujung tombak citra Kota Semarang di mata pemudik.

"Jangan sampai ada keluhan-keluhan seperti di sosial media seperti sebelumnya. Di mana harga makanan minuman di PKL yang tiba-tiba naik sangat tinggi. Maka saya pastikan tidak akan ada lagi," kata Hendrar.

Selain harga kuliner, pria yang akrab disapa Hendri itu juga mengecek terkait kebersihan serta keramahan pedagang dalam melayani pemudik.

Jauh-jauh hari sebelumnya, Hendi mengaku sudah meminta untuk seluruh PKL di Kota Semarang tidak menaikkan harga makanan serta minuman kepada pemudik yang datang ke Kota Semarang. Secara khusus, ia juga mengumpulkan seluruh pedagang, memberikan arahan dengan mengajak berbuka puasa bersama.

"Kemarin sedulur-sedulur PKL semuanya sudah sepakat untuk bersama-sama menjaga. Nah ini saya cek Alhamdulillah semua memegang komitmen tersebut," katanya.

Dea, salah satu pemudik dari Jakarta mengaku sangat nyaman dengan pelayanan di Shelter PKL Simpang Lima Semarang. Ia mengaku mudik ke Semarang menjadi kegiatan tahunan dan budaya berburu kuliner tak pernah absen dilakukan bersama keluarganya.
 
"Baru sampai Semarang tadi pagi. Cukup nyaman, suasananya enak, bersih, ramai, dan harganya enggak mahal kok," ujar dia.

Perempuan yang bertahun-tahun kerja di Jakarta itu menilai penataan kota Semarang cukup maju dari tahun ke tahun. Salah satunya banyaknya taman sebagai ruang terbuka hijau yang cocok untuk kumpul keluarga.

"Bagus pemandangan lampu-lampu dari sepeda yang ada di lapangan sana. Warganya juga rama-ramah," ujar perempuan 22 tahun itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya