Nikmatnya Menyeruput Krokot Tulang Sumsum Madura

Krokot tulang sumsum
Sumber :
  • VIVA.co.id/Januar Adi Sagita (Surabaya)

VIVA.co.id - Bagi sebagian orang, Madura selalu dikaitkan dengan salah satu budaya unik, yaitu karapan sapi. Namun, Madura rupanya tidak hanya kaya akan budayanya, melainkan juga memiliki kuliner yang cukup beragam.

Cara Mengobati Asam Urat dengan Daun Krokot
Salah satu kuliner khas Madura yang layak dicicipi adalah krokot tulang sumsum. Kuliner ini memang cukup mudah dan banyak ditemui di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang.
 
Krokot, Rumput Liar yang Atasi Kelebihan Asam Urat
Namun, salah satu tempat yang cukup terkenal karena menjual makanan ini adalah Warung Kaldu Al Ghazali. Krokot merupakan makanan dengan bahan dasar tulang sapi.
 
Madura Belum Memenuhi Syarat untuk Jadi Provinsi
Ujung tulang tersebut berlubang karena telah dipatahkan. Lalu pada bagian luar tulang itu masih terdapat sebagian daging sapi.
 
Sedangkan, pada bagian dalam tulang terdapat sumsum lembut. Untuk bisa memakan sumsum tersebut harus menggunakan sedotan.
 
“Jadi makannya harus diseruput seperti minum, tapi rasanya nikmat sekali,” kata pemilik warung Ghazali, di Sampang, Madura, Minggu, 27 Maret 2016.  
 
Ghazali mengungkapkan, untuk mendapatkan rasa krokot yang enak, dia memasaknya dengan sejumlah rempah-rempah.
 
“Lalu kita campur dengan santan, dan direbus dalam air panas selama beberapa jam, lalu jadilah krokot tulang sumsum yang kental,” ungkap Ghazali.
 
Untuk menikmati kuliner tersebut, para pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Sebab, hanya dengan uang sekitar Rp40 ribu, maka seporsi krokot tulang sumsum, beserta nasi putih sudah bisa dinikmati.
 
Salah seorang pengunjung Panca Indra, asal Sidoarjo, mengungkapkan, krokot tulang sumsum yang disediakan di Warung Kaldu Al Ghazali berbeda dengan tempat lain. “Kuah kaldunya lebih kental, aroma sapinya kuat, dan ada sedikit rasa pedasnya,” papar Panca.
 
Panca mengatakan, dia selalu menyempatkan diri untuk mampir ke tempat itu apabila dia sedang berada di Madura. 
 
“Saya dua bulan sekali selalu ke Madura karena mengunjungi orangtua, dan selalu makan di sini juga, krokotnya bikin kangen. Soalnya di Sidoarjo, atau di Surabaya tidak ada yang jual,” ucapnya.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya