Kelebihan Homeschooling yang Tak Dimiliki Sekolah Umum

ilustrasi anak belajar.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Orangtua yang memilih homeschooling untuk pendidikan anaknya memiliki sejumlah alasan. Misalnya anak berprofesi sebagai artis yang membuatnya sibuk syuting, anak memiliki kebutuhan khusus dan sering di-bully di sekolah umum. Selain itu juga karena orangtua tak percaya dengan sistem pendidikan di sekolah umum.

img_title Fokus Pilih Pendidikan, El Rumi Akui Tak Yakin Kariernya Semulus Ahmad Dhani

Seperti pengalaman Ning Nathan. Ibu dua anak ini menjalankan homeschooling bagi putra bungsunya, Patrick, sejak 2015. Awalnya, langkah itu diambil Ning karena Patrick ketika duduk di kelas tiga sekolah dasar, belum juga bisa membaca seperti teman-temannya. Patrick memiliki kebutuhan khusus dengan diagnosis Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), yaitu sindrom yang membuatnya memiliki gangguan pemusatan perhatian dan perilaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya memilih homeschooling karena anak saya berkebutuhan khusus. Dia trauma di sekolah, karena anaknya begini (berkebutuhan khusus) rentan di-bully," kata Ning ketika ditemui pada peluncuran buku Home Learning, Belajar Seru Tanpa Batas, yang ditulis Ning bersama Natalia Ridwan dan Yulianti Hendra, di Jakarta, 15 Maret 2018.

img_title MA Sebut Hanya Lulusan SD, Pinkan Mambo: Itu Salah Dia Homeschooling!

Ning Nathan dan Patrick

Ning Nathan dan Patrick

img_title Putri Pinkan Mambo Minta Maaf Bohongi Publik, Hingga Akui Hanya Lulusan SD

Keterlambatan perkembangan Patrick, dirasakan Ning Natha sebagai ujian bagi dirinya. Apalagi Patrick sempat mengalami fase mogok sekolah dan ingin bunuh diri karena Ning terus memaksa ke sekolah. Patrick pernah mencurahkan isi hatinya pada Ning, ia tidak suka sekolah karena berisik. Sebagai gantinya, Patrick meminta untuk belajar di rumah.

Dengan pertimbangan mendalam, Ning akhirnya mengabulkan permintaan Patrick dengan menjalankan pendidikan homeschooling. Meski begitu, tantangan dan hambatan pasti ada. Satu tahun pertama menjalankan homeschooling, Ning sempat frustasi dan stres, karena proses belajar di rumah tidak berjalan dengan mulus.

Dalam metode homeschooling, orangtua harus menyediakan kurikulum pada anak secara mandiri. Ketika itu, Ning memilih untuk membekali paket kurikulum yang ternyata tidak sesuai untuk Patrick.

Seiring berjalannya waktu, Ning akhirnya menemukan komunitas homeschooling yang membantunya merumuskan kurikulum sendiri disesuaikan dengan minat dan ketertarikan Patrick. Hasilnya, kini Patrick menikmati aktivitas belajar homeschooling-nya dan bercita-cita menjadi seorang produser film.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kurikulum disesuaikan kebutuhan anak

Bercermin pada pengalaman Ning, proses homeschooling memang menawarkan kelebihan tersendiri yang tak dimiliki sekolah umum. Pertama, dari segi kurikulum yang customized.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut