Mengenal Pseudoesotropia, Juling Palsu pada Bayi dan Cara Atasinya

Ilustrasi Bayi mengenal tekstur makanan
Ilustrasi Bayi mengenal tekstur makanan
Sumber :
  • Pixabay/ 3217138

VIVA – Pseudoesotropia atau juling palsu merupakan  kondisi di mana mata yang seharusnya menatap lurus ke depan, namun terlihat menyeberang. Kondisi ini juga dikenal sebagai orthotropic.

Dilansir Medscape, Senin 25 Oktober 2021, kondisi ini paling sering terjadi pada bayi ketika tulang hidung yang seharusnya datar dan lipatan epikantus yang menonjol cenderung mengaburkan bagian hidung sklera.

Ilusi optik ini menyebabkan penderitanya memiliki tampilan mata yang menyimpang ke arah hidung dan akan terlihat paling jelas ketika mata melihat ke samping atau saat bayi fokus melihat benda dari jarak yang sangat dekat. 

Jarak interpupil yang kecil, yaitu jarak antara 2 pupil, juga dapat memberikan gambaran pseudoesotropia atau membuat juling palsu terlihat semakin jelas. Pseudoesotropia lebih sering ditemui pada bayi ras Asia yang memiliki tulang hidung kecil dan hampir datar.

Mandi matahari bagi bayi.
Photo :
  • U-Report

Mandi matahari bagi bayi.

Namun, lipatan di sudut mata bayi akan menghilang dan tulang hidungnya pun akan semakin terbentuk seiring pertumbuhannya. Jadi, para ibu tidak perlu khawatir. Sebab, ketika bayi menginjak usia 6 bulan, mata si kecil seharusnya tidak nampak juling lagi.  

Pseudoesotropia atau mata juling pada bayi disebabkan oleh gangguan pada otot atau saraf yang mengontrol gerakan mata, ada kelainan genetik, serta kondisi medis tertentu, seperti celebral palsy. Bayi yang lahir prematur juga lebih berisiko mengalami pseudoesotropia ini.