Hoax Seperti Ini Berpotensi Bahayakan Kesehatan Anak-anak

Ilustrasi susu kental manis.
Ilustrasi susu kental manis.
Sumber :
  • Freepik/azerbaijan_stockers

VIVA – Hingga 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, terdapat sekitar 800 ribu situs di Indonesia yang telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu atau hoax.

Internet, dewasa ini telah salah dimanfaatkan oknum tertentu untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya dengan cara menyebarkan konten-konten negatif yang menimbulkan keresahan dan saling mencurigai di masyarakat.

Pemerintah melalui Kominfo, telah berupaya memerangi hoax atau hoaks dengan menyediakan aplikasi atau program-program untuk mengecek kebenaran sebuah informasi. Beragam situs yang memuat penjelasan fakta tentang informasi yang diduga hoax pun bertebaran. 

Secara teknis, upaya tersebut cukup membuahkan hasil. Namun, sejatinya hal itu belum cukup untuk membuat masyarakat memahami apa itu hoax. Lagi-lagi, masyarakat hanya akan memercayai informasi yang mereka anggap benar.

Sebagai contoh, pada September 2021, ramai pemberitaan tentang 'Larangan Konsumsi Susu Kental Manis dengan Cara Diseduh Adalah Hoaks'. Informasi ini bahkan dimuat pada akun resmi Turn Back Hoax, yang selama ini dianggap memiliki kredibilitas dalam menyaring informasi. 

Pada akhirnya narasi ini menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat, sebab sejak 2018 pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan bahwa susu kental manis adalah produk yang diperuntukkan sebagai topping makanan. 

Ilustrasi kental manis.

Ilustrasi kental manis.

Photo :
  • Freepik/azerbaijan_stockers