Kenali Penularan Meningitis pada Si Kecil

Ilustrasi ibu.
Sumber :
  • Pexels/Unsplash

VIVA.co.id – Meningitis merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui percikan cairan tubuh di udara. Ternyata, penyebab meningitis terdiri atas tiga jenis.

img_title Cegah Meningitis, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai Orangtua dari Flu Singapura

Secara ilmiah, meningitis berarti infeksi pada selaput otak. Di mana, peradangan terjadi di sekitar selaput otak, yang seharusnya berfungsi dengan baik dalam menjaga organ otak dari ancaman di luarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Meningen ini seharusnya berfungsi melindungi otak, jadi saat radang, dia tidak lagi bisa melindungi organ otak. Peradangannya dipicu oleh tiga hal yaitu bakteri, jamur, dan virus," ujar spesialis anak, dr. Darmady Darmawan, SpA., kepada VIVA.co.id.

img_title Saudi Arabia Urges Meningitis Vaccination Ahead of Hajj Travel

Dari tiga jenis pemicunya, yang paling berbahaya adalah dari jenis bakteri. Sebab, bakteri tersebut cenderung dimiliki oleh banyak orang dan sulit dibasmi tanpa antibiotik.

"Bakteri yang paling sering memicu meningitis yaitu hemofillus influenza b, streptokokus pneumoni, dan neisseria meningitis. Orang sekitar yang memiliki bakteri tersebut, kemudian batuk, kena anak, dan memicu infeksi," ujar dokter yang bekerja di Rumah Sakit Evasari, Jakarta itu.

img_title Arab Saudi Wajibkan Jemaah Umrah Vaksin Meningitis

Dia melanjutkan, melalui penyebaran tersebut, bakteri yang hinggap akan masuk melalui saluran pernapasan anak. Selanjutnya, kuman akan beredar dengan cepat melalui peredaran darah.

"Port to entry atau tempat masuk bakterinya itu melalui saluran napas lalu ke peredaran darah dan sampai ke otak. Butuh beberapa minggu, mungkin dua minggu, untuk akhirnya infeksi tersebut menunjukkan gejalanya," kata dia. (art)

Ilustrasi jerawat/kulit berjerawat.

Dokter Ungkap Kasus Jerawat Berujung Meningitis, Peringatkan Jangan Pencet Area Ini

Namun hati-hati, memencet jerawat ternyata bisa berujung menjadi masalah yang serius, jika tidak dilakukan dengan benar. Hal itu diungkap oleh salah satu dermatologist.

img_title
VIVA.co.id
25 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut