Aturan yang Harus Diketahui Ketika Berlibur ke Luar Negeri

Dua orang turis tengah melihat peta.
Dua orang turis tengah melihat peta.
Sumber :
  • REUTERS/Sergio Perez

VIVA.co.id – Setiap negara memiliki budaya serta aturan-aturan yang berbeda-beda. Seperti halnya di Indonesia, menggunakan tangan kiri merupakan hal yang harus dihindari karena mempunyai makna tidak sopan.

Selain Indonesia, Italia juga mempunyai norma-norma dalam memesan cappucino. Anda sebaiknya tidak memesan cappucino setelah makan pagi hari, hal ini dianggap mengejek orang. Berikut aturan yang harus diperhatikan ketika berlibur ke luar negeri, seperti dilansir laman Dailymail.

Indonesia

Banyak orang mengetahui bahwa bersentuhan dengan orang lain mempunyai batasan di Indonesia. Pengguna Quora, Raska Soenmantoro mengungkapkan bahwa pengunjung tidak boleh tersinggung apabila ada orang yang menolak berjabat tangan dan menolak untuk berpelukan. 

Ia menjelaskan, "Orang Indonesia tidak suka disentuh. Anda hanya bisa berjabat tangan atau melakukan tos dengan teman. Pelukan bisa dilakukan ketika Anda sudah sangat dekat dengan mereka."

Raska juga mengatakan bahwa tidak sopan untuk menggunakan tangan kiri ketika berhadapan dengan orang seperti berjabat tangan atau ketika melakukan pembayaran. 

"Orang kidal sangat jarang di dunia, tetapi jika Anda kebetulan menjadi salah satu orang kidal, usahakan untuk mengatakan permisi ketika menggunakan tangan kiri," katanya.

Malaysia

Pengguna Quora, Woon Wei Kian, memperingatkan wisatawan untuk menyadari bahwa sejak negara ini memiliki tiga etnis (Melayu, China, dan India) ada pantangan yang berbeda, tergantung dengan siapa Anda berinteraksi.

Neha Kariyaniya mengatakan, ketika mengunjungi Malaysia, “Jangan pernah menyentuh kepala siapa pun atau menyerahkan sesuatu melewati kepala”. Hal ini dianggap sebagai bagian tubuh paling suci. 

Selain itu, “Jangan arahkan jari telunjuk pada sesuatu, sebaiknya menggunakan ibu jari”. Hal ini karena menggunakan jari telunjuk dianggap kasar di Malaysia.

India 

Sebagai negara kedua dalam hal penduduk terbanyak di dunia, dan memiliki kelompok etnis serta agama yang besar, wisatawan bisa salah langkah ketika ingin membaur dengan orang lokal. Salah satu saran yang dibagi oleh Balagi Viswanathan adalah hindari berciuman di depan umum. 

Pada beberapa wilayah di India, Anda bisa dipenjara karena melakukan cabul di depan umum. Meskipun, penegak hukum mengendurkan peraturan bagi yang sudah menikah, tapi jika Anda belum menikah, hal ini bisa benar-benar membuat hidup Anda hancur jika melakukannya.

Selain itu, jangan pernah menginjak di atas buku, bendera nasional, gambar dewa, dan lain sebagainya. Hal ini juga bisa membuat Anda mendapatkan masalah. 

Dubai

Terlepas Anda sudah menikah atau masih pacaran, mengumbar kasih sayang di depan umum tidak boleh dilakukan. Bahaa Awartany menjelaskan, memegang tangan bagi yang sudah menikah mendapatkan toleransi.

Tapi, mencium dan membelai dianggap suatu pelanggaran untuk kesopanan umum, termasuk menampilkan kasih sayang di muka umum, pelecehan seksual atau menggoda wanita di depan umum dikenakan hukuman penjara atau deportasi.

Turis juga diperingati untuk tidak mengambil foto-foto orang sembarangan, terutama wanita dan keluarga tanpa izin. Hal ini harus dihindari.

Jepang

Budaya Jepang terikat oleh etiket dan rasa hormat yang sulit dipahami oleh orang-orang. Kaz Matsune menjelaskan bahwa Anda tidak harus berbicara keras ketika berada di transportasi umum di Jepang. Meskipun hal ini dapat diterima di Osaka untuk berbicara keras.

Peru 

Negara yang bangga terhadap masakan lokalnya adalah Peru. Anda tidak boleh menghina masakan Peru ketika berkunjung. Jonathan Sanchez menjelaskan bahwa jangan mengkritisi masakan Peru. Serius, hal ini merupakan hal yang sangat suci di negara ini. 

China

Ketika makan di China bersama orang lokal, jangan sampai tidak membayar tagihan lebih dahulu. Expat Jerman, Maura Rodriguez, mengatakan, jangan biarkan orang lain membayar tagihan tanpa berjuang untuk itu, gerakan ingin membayar tagihan dianggap sopan santun di China.