Masjid-Masjid Wajib Dikunjungi Selama Bulan Puasa

Masjid Istiqlal
Sumber :
  • VIVA.co.id/Riska Herliafifah

VIVA.co.id – Sambil menimba pahala di bulan suci Ramadan, tak ada salahnya untuk melakukan wisata religi. Wisata religi itu bisa dengan berkunjung ke masjid-masjid.

Dengan berkunjung ke masjid, misal masjid dengan keunikan dan ceritanya yan menarik, Anda bisa mempelajari banyak hal. Seperti belajar sejarah, mengagumi bentuk bangunan masjid, dan mendalami ilmu agama.

Selain untuk mempelajari segala halnya bahkan memberi kesejukan tersendiri dalam perjalanannya, dengan berwisata mengunjungi masjid juga bisa menambah pahala dengan mengaji sambil menunggu waktu berbuka.

Berdasarkan ulasan VIVA.co.id, berikut masjid di Jakarta yang cocok sebagai wisata religi. Khususnya saat ramadan ini.

1. Masjid Istiqlal

Masjid ini mungkin tak asing bagi mayoritas muslim di Indonesia. Bahkan, nama Istiqlal telah mendunia. Masji Istiqlal merupakan salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara.

Tak menapik juga, mayoritas umat muslim Indonesia pun telah menyambanginya. Terletak di pusat ibukota Jakarta, masjid ini pertama kali di mulai pembangunannya pada 24 Agustus 1951 oleh Presiden RI pertama Soekarno.

Menuju Endemi, Wisata Halal Alami Peningkatan Peminat

Masjid ini dirancang oleh seorang arsitek bergama Kristen Protestan bernama Frederich Silaban. Uniknya juga, lokasi masjid Istiqlal berseberangan dengan Gereja Katedral Jakarta.

Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Gaya arsitektur yang dimilikinya sangat modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat.

Muhammadiyah Serius Garap Industri Pariwisata Halal

Sangat menakjubkan, bangunan utama masjid ini dimahkotai satu buah kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Masjid ini mampu menampung lebih dari 200 ribu jamaah.

2. Masjid Cut Meutia

Resort di Aceh Singkil yang Pelihara Anjing Canon Akan Dievaluasi

Mirip dengan namanya, masjid ini berada di Jalan Cut Meutia No. 1, Jakarta Pusat. Uniknya, bangunan masjid ini merupakan salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial Belanda.

Masjid ini dulunya adalah bangunan kantor biro arsitek N.V. Bouwploeg, Pieter Adriaan Jacobus Moojen yang membangun wilayah Gondandia di Menteng. Sebelum dialihfungsikan sebagai masjid, bangunan ini juga sempat digunakan sebagai kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api Belanda, dan kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang.

Pada pemerintahan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadiki, masjid ini diresmikan sebagai masjid tingkat provinsi pada 18 Agustus 1987. Keunikan lainnya dari masjid ini yang tak dimiliki masjid di manapun adalah mihrab di masjid ini berada di samping kiri dari saf salat dan tidak di tengah seperti pada biasanya. Kemudian, posisi safnya juga terletak miring terhadap bangunannya sehingga tak tepat mengarah kiblat.

3. Masjid Agung Sunda Kelapa

Masih di kawasan Jakarta Pusat, masjid ini tepatnya terletak di Jalan Taman Sunda Kelapa No. 16, Menteng. Masjid ini terbilang salah satu masjid yang banyak dikunjungi kaum muda.

Lantaran tempatnya yang terbilang unik dan tampak luar banyak disuguhkan ragam penjual makanan dan minuman. Desain interior dan eksterior masjid ini pun dipenuhi simbol-simbol fleksibel, tidak kaku dengan simbol Timur Tengah.

Berbeda dengan masjid lainnya, masjid Agung Sunda Kelapa ini tak memiliki kubah, bedug, bintang-bulan, dan sederet simbol yang biasa terdapat pada masjid. Bangunan ini mirip seperti perahu, sebagai simbol pelabuhan Sunda Kelapa tempat saudagar muslim berdagang dan menyebarkan syariat Islam pada masa lalu.

4. Masjid Al-Alam Marunda

Ini merupakan masjid tertua, khususnya di Jakarta dan menyimpan banyak kisah heroik di dalamnya. Masjid ini terletak di Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara.

Lokasi masjid yang berada persis di pesisir pantai Marunda ini juga menjadi salah satu dari 12 obyek destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara. Konon Masjid Al Alam Marunda, dibangun hanya dalam tempo semalam.

Lubang kecil berbentuk setengah oval yang terdapat di bagian kiri masjid Al Alam. Diketahui sebagai pengintaian terhadap bala tentara musuh. Banyak tokoh Betawi bersembunyi di masjid ini saat dikejar pasukan Belanda. Mereka akan selamat karena menurut cerita, bila bersembunyi di Masjid ini mereka tidak akan kelihatan.

Dilihat dari bangunannya, masjid ini seperti model masjid Demak namun berskala lebih mini ukurannya 10x10 persegi. Atapnya yang berbentuk joglo ditopang empat pilar bulat seperti kaki bidak catur dan mihrab yang pas dengan ukuran badan menjorok ke dalam tembok, berada di sebelah kiri mimbar.

5. Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari

Masjid ini baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 April 2017. Terletak di Daan Mogot, Jakarta Barat, masjid ini merupakan masjid raya di Jakarta Barat yang menjadi ikon wilayah.

Masjid ini dirancang dengan nuansa ornamen kebudayaan Betawi. Selain itu, masjid ini dibangun dengan konsep lima menara yang melambangkan rukun islam.

Keunikan dari masjid ini bisa terlihat berdasarkan konsep rumah bapang khas Betawi. Dengan atap segitiga dan ornamen gigi balang, bentuk bangunan membentuk huruf T dengan bagian tengah khusus untuk tempat beribadah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya