Siaga di Tengah Intaian Banjir
- Biro Pers Kepresidenan
VIVA.co.id – Genap sepekan, bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Garut dan Sumedang. Dua kabupaten di Jawa Barat itu luluh lantah, setelah diguyur hujan deras sejak Selasa petang, 20 September 2016. Sebanyak 34 orang tewas dan 19 hilang diterjang banjir bandang di Garut. Sedangkan di Sumedang, lima orang tewas tertimbun longsor.
Sepekan setelah bencana itupula, Presiden Joko Widodo baru mengunjungi Garut, Kamis 29 September 2016. Jokowi beserta rombongan, mengunjungi korban banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jokowi mengunjungi beberapa lokasi pengungsian sementara, di antaranya di Korem 062/Tarumanegara di Kampung Lapang Paris, Kampung Cimacan dan RSUD dr Slamet, Garut.
"Yang pertama, bisa saya sampaikan bahwa pencarian korban yang hilang akan terus diintensifkan dan diperkirakan masih ada 19 yang harus dicari. Nanti dari Kabasarnas (Kepala Badan SAR Nasional) akan menentukan terus dan sampai kapannya akan diputuskan oleh Kabasarnas," kata Jokowi di Garut, Jawa Barat.
Presiden menyadari banyak faktor yang menyebabkan bencana banjir bandang di Garut. Salah satu yang berkontribusi adalah rusaknya daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk. Maka dari itu, sejumlah instruksi disampaikan Jokowi kepada jajarannya, terkait penanganan pascabencana banjir bandang di Garut.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan SIti Nurbaya diminta Jokowi untuk menata hulu Sungai Cimanuk, melalui konservasi lahan dan air, serta penataan ruang yang baik. "Penataan ruang yang betul, agar vegetasi-vegetasi yang ada di atas itu tidak semua hilang dan gundul, ini akan segera dikerjakan," ujarnya.
Jokowi juga memerintahkan Kapolri untuk menindak pelaku perusakan lingkungan, yang berpotensi menyebabkan bencana banjir. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum dalam kasus ini. Tanpa itu, kata dia, vegetasi pohon akan terus digunduli oleh pelaku perusakan lingkungan.
"Tidak hanya di sini (Garut). Saya kira, di seluruh Tanah Air akan kita lakukan hal yang tadi saya sampaikan," tegas Jokowi.
Dari aspek infrastruktur, Jokowi memastikan bahwa proses rehabilitasi tengah berlangsung. TNI sedang mengupayakan backhoe apung untuk membersihkan puing di sepanjang sungai hingga waduk. Proses pembetonan tanggul Sungai Cimanuk yang rusak sedang dalam perbaikan. Begitu juga perbaikan sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah dan rumah sakit yang terdampak banjir.