Siaga di Tengah Intaian Banjir

Presiden Joko Widodo saat kunjungi bencana banjir bandang Garut
Sumber :
  • Biro Pers Kepresidenan

Dalam kesempatan itu, Presiden turut membahas pemukiman layak bagi korban banjir Garut. Berdasarkan hasil koordinasinya dengan Bupati Garut Rudy Gunawan, warga terdampak setuju dengan rencana relokasi, dan setuju untuk tinggal di rumah susun (rusun).

img_title 5.017 Kepala Keluarga di 6 Kecamatan Pasuruan Terdampak Banjir

"Kita putuskan, dan juga untuk pembangunan secepat-cepatnya dua tower (menara) rusun yang nanti segera ditempati masyarakat," katanya. Sedangkan warga terdampak di Sumedang, Jokowi juga memastikan pemerintah akan memberikan tempat tinggal yang layak bagi korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diintai Banjir

img_title BNPB Catat 1.378 Rumah Terdampak Gempa Banten

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Garut dan Sumedang, menambah daftar panjang bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang 2016. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ada 1.652 bencana alam terjadi di Indonesia, sepanjang Januari hingga September 2016.

Dari total kejadian tersebut, dilaporkan sebanyak 334 orang telah menjadi korban meninggal dunia dan sebanyak 371 lainnya mengalami luka-luka.

img_title Sudah 68 Kejadian Bencana Alam di Awal 2022

Melansir dalam data yang dirilis BNPB, Rabu 28 September 2016, secara rinci bencana alam dari Januari-September 2016, yakni; Januari 210 kejadian, Februari 373 kejadian, Maret 321 kejadian, April 182 kejadian, Mei 123 kejadian, Juni 90 kejadian, Juli 112 kejadian, Agustus 93 kejadian, dan September 148 kejadian.

"Bencana terus merangkak naik pada 2016. Waspada, ancaman banjir longsor terus mengintai Indonesia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Riset data BNPB merinci bahwa bencana alam tertinggi yang menghantui Indonesia adalah banjir dengan 574 kejadian. Lalu, diikuti oleh puting beliung sebanyak 446 kejadian dan tanah longsor 382 kejadian.

Kemudian, kebakaran hutan dan lahan 168 kejadian, banjir dan tanah longsor 46 kejadian, gelombang pasang, atau abrasi 19 kejadian, gempa bumi 10 kejadian dan letusan gunung berapi tujuh kejadian. "Jumlah orang yang menderita dan mengungsi mencapai 2,2 juta orang," kata Sutopo.

Melihat curah hujan yang mulai tinggi belakangan ini, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Satya, meminta kepada masyarakat mewaspadai potensi bencana longsor dan banjir di penghujung tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Curah hujan hingga 200 persen diprediksi akan terjadi di Pulau Jawa, Sulawesi bagian timur, Papua bagian tengah dan Kalimantan, serta Sumatera bagian selatan.

Meski musim hujan diperkirakan terjadi hingga November 2016, tetapi kemarau basah justru akan terjadi hingga Febuari 2017. Andi mengakui, sulit memprediksi peralihan musim di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Idealnya, Februari sudah memasuki musim kemarau, tetapi bukan tidak mungkin setelah cuaca panas terik, beberapa jam kemudian bisa turun hujan lebat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut