- Youtube/FIFA TV
Gaya main Timnas Hindia Belanda pun disebut-sebut atraktif. Kemampuan olah bola para pemainnya juga diakui oleh media-media internasional saat itu. Hanya saja, menurut catatan The Times, karena gaya main ofensif Hindia Belanda, pertahanan menjadi sangat rapuh.
![]()
Netherland East Indies (Indonesia) saat tampil di Piala Dunia 1938. (Wikimedia.org)
“Kemampuan olah bola para pemain Hindia Belanda begitu apik. Sayang, pertahanannya sangat rapuh,” begitu catatan The Times.
Karena pertahanan yang amburadul, Timnas Hindia Belanda pun diberondong enam gol tanpa balas oleh Hungaria. Sarosi dan Zsellenger yang jadi bintang Hungaria saat itu, masing-masing mencetak dua gol.
Tapi, ada fakta yang baru diketahui belakangan ini. Bahwa, Timnas Hindia Belanda pernah mencetak gol. Di menit-menit awal, Isaac ternyata sempat menjebol gawang Hungaria yang dikawal Jozsef Hada. Namun, gol itu dianulir wasit.
“Ayah saya pernah bercerita ada gol yang sempat dibuatnya. Mungkin, jika gol itu disahkan, jalannya laga akan berbeda,” kata Yohannes.
Timnas Hindia Belanda memang kalah dari segi skor. Namun, ketika itu banyak yang memuji penampilan mereka, khususnya di babak kedua. Di babak kedua, Timnas Hindia Belanda sudah tertinggal empat gol. Ketika itu, yang ada di pikiran mereka hanya satu, menyerang demi cetak gol.
Hungaria sempat kewalahan menerima gempuran-gempuran para pemain Timnas Hindia Belanda. Begitu laporan yang diterima dari wartawan Belanda, CJ Goorhof, mengutip geschiedenis24.nl. Goorhof bahkan sempat berbincang dengan Sarosi usai laga. Menurut Goorhof, Sarosi memberikan pujian selangit kepada para pemain Timnas Hindia Belanda yang tampil agresif dan merepotkan mereka.
Pun dengan koran-koran lokal. Sin Po bahkan menulis tajuk utama dalam laman olahraganya dengan pujian untuk skuat Timnas Hindia Belanda. “Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sesoeadahnja Kasih Perlawanan Gagah”, begitu judul koran Sin Po pada edisi 7 Juni 1938.
Koran Batavia, De Java Bode, juga memberikan ulasannya terhadap pertandingan Timnas Hindia Belanda melawan Hungaria. Kebetulan, salah satu reporternya, Jan Feith, menyaksikan langsung kiprah Timnas Hindia Belanda di Prancis.