- Youtube/FIFA TV
Menurut Feith, para pemain Timnas Hindia Belanda tampil dengan nyali yang besar. Mereka tak gentar menghadapi permainan apik Hungaria yang diisi oleh pemain berpostur raksasa. “Kecil, tapi mereka terus berusaha mengatur permainan dalam pertandingan sepakbola internasional. Cara main mereka juga terbilang unik,” begitu ulasan Feith.
Jejak yang Sumir
Sempat memukau dunia, mereka hilang tanpa kabar yang jelas. Hanya beberapa pemain Timnas Hindia Belanda yang eksis di sepakbola nasional usai berlaga di Piala Dunia 1938.
Pattiwael dan Mo Heng jadi segelintir pemain yang diketahui masih setia mengembangkan sepakbola nasional hingga masa perang kemerdekaan tiba. Namun, sisanya tak tahu ke mana.
Ketika Jepang masuk ke Indonesia, beberapa diketahui ada yang menjadi pekerja paksa. Frans Meeng disebut-sebut sebagai pemain yang menjadi pekerja paksa di era pendudukan Jepang. Dan pada 18 September 1944, Meeng dikabarkan meninggal dalam peristiwa penembakan kapal Junyo Maru oleh torpedo kapal selam Inggris, HMS Tradewind, di dekat Mukomuko, Bengkulu.
Pemain sekelas Hong Djien yang jadi incaran klub Brasil, Santos, dan Barcelona pun menghilang begitu saja. Dari berbagai desas-desus yang ada, Hong Djien memilih untuk fokus mengembangkan bisnis pertanian milik keluarganya di Surabaya.
Dia sempat dikabarkan tinggal di dekat Monumen Bambu Runcing, Surabaya, namun itu tak terbukti. “Saya sendiri tak tahu itu. Memang perlu dikonfirmasi lagi kebenarannya. Memang, Hong Djien pernah main di Piala Dunia 1938,” kata sejarawan sepakbola Indonesia, Bayu Rojil, penulis buku ‘Tionghoa Surabaya dalam Sepakbola 1915-1942’.
Sedikit kabar, dan jejaknya samar-samar. Meski demikian, mereka dikenang sebagai pahlawan sepakbola nasional karena nama orang Indonesia mampu mentas di Piala Dunia, setelah diakui oleh FIFA pada 2010. (one)
Baca juga
Anak Maluku Gemparkan Piala Dunia
Para Pemain Indonesia di Piala Dunia