SOROT 507

Jejak 'Indonesia' di Piala Dunia

Tim Hindia Belanda di Piala Dunia 1938
Sumber :
  • Youtube/FIFA TV

Menurut Feith, para pemain Timnas Hindia Belanda tampil dengan nyali yang besar. Mereka tak gentar menghadapi permainan apik Hungaria yang diisi oleh pemain berpostur raksasa. “Kecil, tapi mereka terus berusaha mengatur permainan dalam pertandingan sepakbola internasional. Cara main mereka juga terbilang unik,” begitu ulasan Feith.

img_title Sebut Suporter Kanada Lebih Sabar, John Herdman Minta Fans Timnas Indonesia Tak Terburu-buru Soal Hasil

Jejak yang Sumir

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sempat memukau dunia, mereka hilang tanpa kabar yang jelas. Hanya beberapa pemain Timnas Hindia Belanda yang eksis di sepakbola nasional usai berlaga di Piala Dunia 1938.

img_title AFC Nations League Bakal Gantikan FIFA Matchday, Timnas Indonesia Masuk Divisi Berapa?

Pattiwael dan Mo Heng jadi segelintir pemain yang diketahui masih setia mengembangkan sepakbola nasional hingga masa perang kemerdekaan tiba. Namun, sisanya tak tahu ke mana.

Ketika Jepang masuk ke Indonesia, beberapa diketahui ada yang menjadi pekerja paksa. Frans Meeng disebut-sebut sebagai pemain yang menjadi pekerja paksa di era pendudukan Jepang. Dan pada 18 September 1944, Meeng dikabarkan meninggal dalam peristiwa penembakan kapal Junyo Maru oleh torpedo kapal selam Inggris, HMS Tradewind, di dekat Mukomuko, Bengkulu.

img_title Pengamat Tak Masalah Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA ASEAN Cup, Asalkan Jangan Kalah Lawan Malaysia

Pemain sekelas Hong Djien yang jadi incaran klub Brasil, Santos, dan Barcelona pun menghilang begitu saja. Dari berbagai desas-desus yang ada, Hong Djien memilih untuk fokus mengembangkan bisnis pertanian milik keluarganya di Surabaya.

Dia sempat dikabarkan tinggal di dekat Monumen Bambu Runcing, Surabaya, namun itu tak terbukti. “Saya sendiri tak tahu itu. Memang perlu dikonfirmasi lagi kebenarannya. Memang, Hong Djien pernah main di Piala Dunia 1938,” kata sejarawan sepakbola Indonesia, Bayu Rojil, penulis buku ‘Tionghoa Surabaya dalam Sepakbola 1915-1942’.

Sedikit kabar, dan jejaknya samar-samar. Meski demikian, mereka dikenang sebagai pahlawan sepakbola nasional karena nama orang Indonesia mampu mentas di Piala Dunia, setelah diakui oleh FIFA pada 2010. (one)

Baca juga

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak Maluku Gemparkan Piala Dunia

Para Pemain Indonesia di Piala Dunia

Erick Thohir dan Gianni Infantino.

FIFA Siap Suntik Dana Rp114 Triliun, Tiap Asosiasi Bisa Dapat Rp450 Miliar

FIFA mengusulkan dana Rp450 miliar untuk tiap asosiasi anggota pada 2027-2030. Simak rencana investasi Rp114,34 triliun dan peluang PSSI dalam program tersebut.

img_title
VIVA.co.id
16 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut