SOROT 509

Para Penyelamat di Pusaran Tragedi

Kru Basarnas di misi penyelamatan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Personel Basarnas mengangkat perahu karet saat akan melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (20/6/2018).

img_title Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Jadi KRI Sriwijaya-100, Bakal Disaksikan Prabowo Langsung

Tim SAR dalam proses penyelamatan dan evakuasi korban KM Sinar Bangun

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sembari intensif berkomunikasi dengan Basarnas pusat, Budiawan kemudian diberi mandat Kepala Pos Terpadu Kecelakaan KM Sinar Bangun di pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tim gabungan yang dipimpinnya terdiri dari 1800 orang yang juga diisi tim penyelamat dari TNI dan Polri serta para sukarelawan yang memiliki pengalaman penyelamatan kecelakaan dan bencana.

img_title Pemilik KM Virgo Transport 8 Pastikan Siap Angkat Bangkai Kapal

Dia mengatakan, betapa tim SAR dalam misi ini harus solid dan bahu-membahu dalam melaksanakan tugas. Hal tersebut memang menjadi kekuatan sebuah tim yang sedang melakukan pekerjaan berat semacam ini yang sudah digeluti dirinya selama 29 tahun.

"Semua laporan masuk sama saya dan tidak ego sektoral. Di bawah komando Basarnas, operasi ini bisa berjalan dengan baik. Kemudian bisa bersatu padu operasi pencarian dan pertolongan, tumbuh juga rasa kekeluarga antarpersonel. Saya sangat merasakan itu. Saya melihat operasi dengan tim yang baik di-back up dari Jakarta dan dari mana saja. Informasi kita sampaikan termasuk kepada media kita kordinir," kata Budiawan soal kondisi tim SAR saat misi KM Sinar Bangun.

img_title Ditemukan Lagi 3, Total Korban Tewas Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 Jadi 9 Orang

Pasrah kepada Tuhan

Budiawan mulai bergabung di lembaga SAR nasional sejak tahun 1988. Tak lama setelah lulus dari SMK, lantaran tak memiliki biaya untuk kuliah, dia mendaftar masuk SAR. Dia berharap, dengan bekerja terlebih dahulu, dia akan bisa mengumpulkan biaya untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.   

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga dipercaya memimpin tim dalam penyelamatan korban tragedi besar, Budiawan memang sudah cukup makan asam garam. Dia antara lain terlibat dalam penyelamatan longsor di Freeport, Papua, longsor Cianjur kemudian ikut dalam SAR di Aceh dan Medan. Selain itu, dia juga ikut dalam sejumlah tim penyelamatan pesawat jatuh di tanah air. “Setiap operasi, dinamikanya berbeda-beda,” ujarnya.

Dalam operasi penyelamatan, Budiawan tak menampik, selain rasa lelah fisik dan pikiran yang juga menjadi tantangan adalah saat menyaksikan kesedihan para keluarga korban yang menanti kepastian. Hal tersebut juga sedikit banyak mengusik perasaan para anggota SAR. Meski demikian, tim penyelamat tak boleh ‘terjebak’ dalam hal-hal emosional karena andil mereka sangat dibutuhkan untuk meneruskan pencarian. Tim SAR usai bencana dan kecelakaan menjadi ujung tombak yang tak bisa ditawar lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut