SOROT 509

Para Penyelamat di Pusaran Tragedi

Kru Basarnas di misi penyelamatan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Dalam melakukan operasi SAR maka Basarnas harus mengikuti Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor 22 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi SAR Pasal 2 yang berisi, ”Operasi SAR meliputi segala upaya dan kegiatan SAR sampai dengan evakuasi terhadap korban sebelum diadakan penanganan berikutnya. Rangkaian kegiatan SAR terdiri atas lima tahap yaitu tahap menyadari, tahap tindak awal, tahap perencanaan, tahap operasi dan tahap pengakhiran”.

img_title Hari ke-20 Pencarian KM Virgo, 55 Korban Masih Hilang dan 80 Ditemukan Meninggal

Bendera setengah tiang di kantor Basarnas

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kantor Basarnas di Jakarta

img_title Basarnas Ungkap Belum Ada Skema Teknis KRI Sriwijaya-100 untuk Operasi SAR

Operai SAR akan dianggap selesai apabila korban telah ditemukan atau diselamatkan atau karena setelah hasil evaluasi SMC, pelaksanaan SAR sudah maksimal sehingga rasional  untuk ditutup. Hal ini yang membuat operasi penyelamatan bisa dihentikan meski belum seluruhnya korban ditemukan seperti yang terjadi dalam insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Sebaliknya, operasi SAR bisa diperpanjang dengan tiga kondisi berikut: Berdasarkan evaluasi terhadap perkembangan dan penyelenggaraan operasi SAR; Ditemukan tanda-tanda kehidupan atau atau keberadaan korban musibah atau bencana; Adanya permintaan dari pihak pemerintah daerah, perusahaan atau pemilik kapal atau pesawat dan oleh pihak keluarga yang mengalami musibah atau bencana.

img_title Akses Masuk ke Badan Kapal Virgo Transport 8 Sulit, Basarnas Ungkap Kendalanya

Dalam hal ini, biaya penyelenggaraan operasi SAR dibebankan kepada pihak yang meminta.

Sulitnya Danau Toba

Enam belas hari setelah masa pencarian dilakukan, operasi SAR atas korban Sinar Bangun resmi ditutup. Untuk mengingat para korban, di area tersebut akan didirikan monumen peringatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Humas Basarnas, Pebriadi, adalah salah satu yang turut dalam operasi SAR di danau Toba selama 10 hari. Dia membenarkan bahwa medan yang mereka hadapi merupakan medan pencarian yang sangat sulit. Sanking dalamnya danau Toba kata dia, berkali-kali jangkar yang mereka buang tak juga tertambatkan sekalipun sudah ditambah tali.

Basarnas yang dibantu pemerintah setempat dan para relawan menurutnya sudah melakukan upaya pencarian dan penyelamatan dengan maksimal. “Dan memang kondisi danau Toba ini tidak seperti dibayangkan orang lain. Kondisinya sangat dalam, dan kita sudah menurunkan alat memang tidak mudah sampai ke bawah sana karena kedalaman sampai 500 Meter bahkan,” kata Pebriadi kepada VIVA, Jumat 13 Juli 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut