SOROT 511

Cendana Menjual Rindu

Anak-anak mendiang Presiden Soeharto yang populer dengan sebutan Keluarga Cendana.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Patung badan Presiden ke-2 RI Soeharto itu menghadap tegas ke arah para kader Partai Berkarya. Terletak di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Dusun Kemusuk, Bantul, Yogyakarta, Senin, 11 Juni 2018. 

img_title Partai Berkarya Tommy Soeharto Menang Banding Melawan Menkumham

Di sampingnya, putri keempat Presiden yang berkuasa selama 32 tahun itu, Siti Hediati Hariyadi, berpidato di sebuah podium.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga detik itu, Mbak Titiek, sapaannya, masih dikenal sebagai politikus Partai Golongan Karya yang juga merupakan anggota Komisi IV DPR. Namun, pidato singkat yang disampaikan Titiek saat itu mengubah karier politik wanita yang berumur 59 tahun tersebut.

img_title Ketika Parpol Kecil di Luar Parlemen Tolak PT 5 Persen

"Saya memutuskan untuk keluar dari Partai Golkar," ujar Siti Hediati, disambut sorakan kader dari parpol yang didirikan adiknya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu.

Tommy dan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, yang berada di atas panggung pun ikut bertepuk tangan.

img_title Partai Berkarya Tolak Aturan Ambang Batas Parlemen Berjenjang

Titiek menyampaikan kritiknya kepada Golkar yang merupakan pendukung pemerintah. Akibat posisi politik itu, parpol penguasa di era Orde Baru itu terkesan cuma 'mendekati' penguasa demi tetap memiliki pengaruh di pemerintahan.

"Sesungguhnya Golkar, sebagai partai besar, sebagai pendukung pemerintah, sebagai sahabat pemerintah, harusnya bisa memberikan masukan kepada pemerintah, apa yang baik, apa yang buruk. Sehingga tidak hanya sekadar ABS (asal bapak senang) saja," ujar Titiek.

Siti Hediati Hariyadi (kedua dari kanan) dalam deklarasi bersama para petinggi Partai Berkarya pimpinan Tommy Soeharto di Kemusuk, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Siti Hediati Hariyadi deklarasi bersama para petinggi Partai Berkarya di Kemusuk, Bantul, DIY 

Titiek menyinggung sejumlah isu krusial bangsa yang seharusnya dikritisi Golkar, seperti jutaan pengangguran di tengah serbuan tenaga kerja asing, narkoba, ketidakmerataan distribusi kekayaan, hingga ketergantungan terhadap bangsa asing. Dia mengaku tertekan karena jika terus menjadi kader Golkar, tentu harus selalu manut atas sikap politik resmi parpol itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya ingin menjerit untuk menyuarakan isi hati rakyat, yang sangat prihatin dalam keadaan kita saat ini. Tapi saya tidak dapat melakukan hal itu," ujar Titiek.

Titiek menyampaikan bahwa terinspirasi dari sikap ayahnya yang senantiasa peduli atas penderitaan rakyat, ia memutuskan untuk tidak lagi berdiam di Golkar. Bersama sesama trah Soeharto, mantan istri Prabowo Subianto ini berjanji memperjuangkan rakyat Indonesia dengan lebih baik di Berkarya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut