SOROT 513

Belajar dari Saudara Tua

Gempa Bumi Jepang
Sumber :
  • Kyodo / via REUTERS

Pemerintah mengingatkan, benda-benda yang jatuh, terutama perabotan rumah tangga dan kepanikan bisa menghadirkan bahaya terbesar selama gempa bumi. "Cobalah untuk melindungi diri Anda di bawah meja atau pintu. Jangan lari ke luar, dan cobalah untuk tetap setenang mungkin. Jika Anda berada di jalanan, cobalah mencari perlindungan dari kaca dan benda-benda lain yang mungkin jatuh dari bangunan di sekitar Anda," demikian peringatan yang disampaikan pemerintah Jepang melalui berbagai media. 

img_title Gempa Lombok, Dirasakan hingga Bali

Peringatan 2 Tahun Tsunami di Jepang

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peringatan dua tahun tsunami di Jepang

img_title Deretan Fakta Gempa Magnitudo 7,1 yang Bikin Panik Warga Lombok

Warga juga diminta untuk mematikan oven, kompor, dan katup gas utama, segera setelah gempa kuat pertama terjadi. Kemudian mereka diminta mendengarkan radio atau televisi untuk mendengarkan berita. Di daerah pesisir, warga diminta untuk mewaspadai kemungkinan gelombang pasang (tsunami) sementara di daerah pegunungan waspada kemungkinan longsor.

Selain itu, warga Jepang melihat bencana itu sebagai bagian dari siklus kehidupan. Setiap anak di Jepang diberitahu bahwa mereka tidak sedang tinggal di surga, tapi di tempat yang bisa terjadi fenomena alam karena banyak hal. Oleh karena itu mereka harus tahu, harus waspada, harus siap bereaksi terhadap fenomena alam.

img_title Gempa 7,1 Skala Richter Guncang Filipina dengan Hebatnya

Pakar Kebencanaan Puji Pujiono mengatakan, salah satu ciri yang baik di Jepang adalah kultur masyarakatnya memang sangat caring atau peduli terhadap satu dan lainnya. Dan  kepedulian itu sudah tertanam di dalam pribadi-pribadi kultur masyarakat Jepang. Jadi kalau seseorang berprilaku demi kebaikan orang lain, itu suatu kebutuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nah, kultur pribadi semacam ini yang membuat masyarakat Jepang itu sangat caring terhadap masyarakat yang lain," ujar Puji kepada VIVA, Jumat, 9 Agustus 2018.

Kultur masyarakat yang sangat peduli juga tercermin pada perilaku Pemerintah Jepang yang berusaha melayani kepentingan warga sebaik-baiknya. Pemerintah Jepang, ujar Puji, mempunyai kultur untuk melayani. Mereka sadar bahwa mereka adalah mesin administrasi, mesin politik yang dibuat untuk melayani masyarakat. Contohnya, kalau ada jalan rusak, dikerjakan malam, dan paginya tidak ada bekasnya. Kalau mereka membongkar super market atau bangunan, itu dibungkus dulu dengan plastik sehingga debunya tidak keluar, dan lain sebagainya. Jadi memang ada kelebihan mentalitas Pemerintah Jepang yang punya keinginan melayani sepenuhnya warga mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut