SOROT 513

Belajar dari Saudara Tua

Gempa Bumi Jepang
Sumber :
  • Kyodo / via REUTERS

"Dari Alaska ke Jepang dan Filipina, semua jalan di sekitar Pasifik barat, dan kemudian batas pantai barat Amerika Selatan dan Amerika tengah, semuanya adalah zona subduksi besar," kata Robert Smith, seorang profesor geofisika emeritus di Universitas Utah.

img_title Gempa Bumi Mengguncang Lombok

"Jepang sendiri berada di atas mosaik kompleks lempeng tektonik yang bergerak bersama dan memicu gempa bumi yang mematikan dan letusan gunung berapi," ujar Smith menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peta bencana Jepang.

img_title Aktor Hollywood Jack Black Galang Dana untuk Bangun Sekolah di Lombok

Peta bencana di Jepang

Saking seringnya dilanda gempa, Jepang sampai memiliki skala sendiri untuk mengukur gempa bumi. Warga Jepang menyebutnya sebagai skala "Shindo," dan lebih menggunakan skala ini dibanding Skala Richter. Tapi kedua skala tersebut menggunakan ukuran yang berbeda. Shindo mengacu pada intensitas gempa bumi di lokasi tertentu, yaitu apa yang orang-orang rasakan di lokasi tertentu. Sedangkan Skala Richter mengukur besarnya gempa bumi, yaitu energi yang dilepaskan dari gempa di pusat gempa.

img_title Bali dan Nusa Tenggara Diguncang Gempa, Tak Berpotensi Tsunami

Skala shindo berkisar dari Shindo satu hingga Shindo tujuh. Disebut Shindo satu jika sedikit gempa hanya dirasakan oleh orang-orang yang tidak bergerak. Sedangkan Shindo tujuh,  adalah indikasi gempa bumi yang parah. Shindo 2-4 masih gempa bumi kecil yang tidak menyebabkan kerusakan. Pada Shindo lima digambarkan benda-benda yang mulai jatuh. Disebut shindo enam dan tujuh jika terjadi kerusakan berat.

Saudara Tua

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sadar negaranya berada dalam potensi bahaya yang bisa menyebabkan banyaknya korban jiwa, Pemerintah Jepang tak pernah putus memberikan peringatan, mengimbau dan terus melakukan simulasi dan sosialisasi tentang keselamatan atau berlindung ketika terjadi gempa. Bahkan ada lebih dari tiga situs milik pemerintah Jepang yang tak putus memberikan peringatan soal gempa dan tsunami. 

Setiap rumah tangga di Jepang harus menyimpan kit survival atau alat pertahanan diri, dengan minimal menyiapkan lampu senter, radio, kotak pertolongan pertama, dan makanan serta air yang cukup untuk beberapa hari. Warga diminta tidak menempatkan benda berat di tempat-tempat di mana mereka dapat mudah jatuh ketika terjadi gempa bumi dan menyebabkan cedera atau tak bisa keluar rumah. Setiap rumah juga wajib memiliki alat pemadam api, dan wajib mengerti area evakuasi di sekitar mereka. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut