Jurus Timses Trump Gegerkan Amerika

Donald Trump (kanan) dan Hillary Clinton (kiri) saat berkampanye memperebutkan kursi Presiden AS.
Donald Trump (kanan) dan Hillary Clinton (kiri) saat berkampanye memperebutkan kursi Presiden AS.
Sumber :
  • REUTERS/Carlos Barria/Jonathan Ernst

VIVA – Panggung yang penuh gemerlap itu mendadak sunyi. Proses penghitungan suara versi cepat alias quick count hasil Pemilihan Presiden di Amerika Serikat sudah memasuki babak akhir. Perolehan suara Donald Trump terus bergerak naik, sementara perolehan suara Hillary Clinton stagnan. Ini menjadi salah satu fenomena paling kontroversial dalam sejarah Pemilu di AS.

Gedung Jacob K. Javits Convention Centre di Manhattan, New York City, yang sedianya akan menjadi saksi pidato kemenangan Hillary Clinton mendadak sepi. Seluruh pendukung Clinton yang hadir di gedung tersebut melongo tak percaya menatap layar besar yang menayangkan proses penghitungan suara.

Beberapa di antara mereka menutup wajah dengan kedua telapak tangan, bahu mereka terguncang menahan tangisan. Sementara yang lain saling berpelukan, menggenggam tangan dengan erat, atau memeluk bahu rekan di sebelahnya. Satu hal yang sama, mata para pendukung Hillary berkaca-kaca, dan banyak yang tak mampu menahan airmata.

Seorang pendukung Hillary tak kuasa menahan tangis menghadapi kekalahan.

Seorang pendukung HIllary Clinton tak kuasa menahan tangis saat kalah di Pilpres Amerika. (REUTERS/Shannon Stapleton)

Pendukung Hillary patut kecewa. Sejak Partai Republik dan Demokrat sudah memiliki calon presiden pasti sebagai representasi partai, nama Hillary sebagai wakil dari Partai Demokrat terus memimpin. Sementara Donald Trump yang mewakili Partai Republik malah menjadi bulan-bulanan. Nyaris semua jajak pendapat yang dilakukan lembaga polling di AS menempatkan Hillary sebagai pemenang, meski dengan selisih suara yang tipis. Kalau pun ada lembaga survei yang memenangkan Trump, lembaga itu dianggap bukan lembaga yang kredibel.

Bahkan, hingga sepekan jelang pilpres digelar pada November 2016, nama Hillary di lembaga survei tetap teratas. Tak heran, persiapan tim kampanye Hillary untuk menyambut kemenangan cukup maksimal. Gedung Jacob K.Javits Convention Centre, sebuah gedung pertemuan yang mewah dan megah mereka sewa. Lampu gemerlap dengan tatanan panggung yang elegan disiapkan. Ribuan pendukung Hillary dari sekitar New York berdatangan ke gedung tersebut, siap menyambut pesta kemenangan.