SOROT 526

Kisah Serdadu 'Al-Maun' di Lombok

Kegiatan Muhammadyah Disaster Management Center (MDMC) Indonesia untuk bencana alam di Palu
Sumber :
  • Twitter.com/@MDMCIndonesia

Tercatat tim gugus tugas jelmaan Muhammadiyah yang dirintis sejak 2007 dan dikukuhkan pasca muktamar 2010 ini selalu aktif menjadi salah satu garda terdepan tiap peristiwa bencana melanda Tanah Air.

img_title Muhammadiyah: Karhutla Tidak Boleh Dinormalisasi Sebagai Bencana Tahunan

Termasuk bencana gempa dan tsunami Palu yang terjadi baru-baru ini. Di saat banyak pihak termasuk pemerintah kesulitan akses masuk ke sana, 12 jam pasca bencana MDMC sudah berada di jantung lokasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Akses jalannya memang sangat susah, maka kita tidak bisa cepat datang ke lokasi bencana (Palu). Tapi saat ini MDMC bisa mempersingkat waktu di mana ada bencana di Indonesia kurang dari 12 jam MDMC sudah di lokasi," kata Wakil Ketua MDMC atau Lembaga Penanggulan Bencana Muhammadiyah Pusat, Rahmawati Husein kepada VIVA.

img_title PP Muhammadiyah Instruksikan Jajaran Persyarikatan Ikut Dukung Penanganan Karhutla

Wakil Ketua Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Rahmawati Husein (kiri)

Wakil Ketua MDMC atau Lembaga Penanggulan Bencana Muhammadiyah Pusat, Rahmawati Husein

img_title Muhammadiyah Desak Pencegahan Karhutla Diperketat, Pelaku Pembakaran Lahan Harus Bertanggung Jawab

Di Palu, MDMC banyak berkontribusi. Mereka menerjunkan 227 relawan. Pelayanan kesehatan yang ditawarkan mampu menjangkau 3.473 jiwa, dapur umum mampu menjangkau 12.255 jiwa, operasi SAR Muhammadiyah 23 jenazah, distribusi logistik menjangkau 20.597 jiw, membangun 400 unit hunian sementara dan pelayanan psikososial terhadap 486 jiwa.

Bisa cepatnya MDMC menjangkau lokasi bencana karena mereka punya pembagian wilayah yang cermat. Untuk Indonesia Timur, yang bertanggung jawab pertama kali adalah MDMC Jawa Timur, termasuk kasus Lombok beberapa waktu lalu.

Sedangkan di bagian tengah adalah MDMC Jawa Tengah. Dan untuk wilayah bagian barat, yakni MDMC yang ada di Jakarta, termasuk Sumatera Selatan. Semua tim baik kesehatan dan divisi lain 24 jam siap diterjunkan kapan pun.

MDMC memiliki cabang dan satuan tugas di seluruh Indonesia, tepatnya di 28 provinsi. "Kami punya 2.000-an relawan yang sudah memiliki sertifikasi dan siap dikirim kemanapun jika terjadi bencana. Jambore relawan di Malang tahun 2017, tercatat kita memiliki 3.000 relawan. Kita punya divisi diklat baik dari SAR, kesehatan, dan lain-lain," kata Rahmawati menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Potret inilah yang kemudian dianggap inayat bagi para korban bencana. Hingga para relawan ini layak menyandang sebagai pahlawan kemanusiaan.

Bahkan besarnya peran MDMC mendapat respon positif dari pemerintah dengan mengganjar Penghargaan Ormas 2018 Bidang Penanggulangan Bencana dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa 6 November 2018 lalu. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut