- Twitter.com/@MDMCIndonesia
Semangat Al-Maun
MDMC merupakan lembaga bentukan Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Walau baru dikukuhkan 2010, tetapi mereka sudah aktif memberi bantuan dalam aktivitas kebencanaan sejak 1917, ketika Gunung Kelud meletus.
Muhammadiyah sadar, mereka butuh Lembaga Penanggulangan Bencana lantaran mereka punya banyak aset di berbagai penjuru negeri. Mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga rumah sakit.
"Jika tidak ada mitigasi dan kesiap-siagaan maka jika terjadi gempa akan mengalami kerugian yang cukup banyak termasuk jiwa. Misalnya bangun sekolah, jika tidak tahan gempa maka siswanya juga terancam. Aset tetap harus dijaga sesuai ancaman bencana termasuk kesadaran semakin kesiap-siagaan."
"Misalnya RS PKU Muhammadiyah saat gempa 2006 itu tidak roboh tapi melayani pasien 3.000 dalam waktu bersamaan, sangat sulit dilakukan," kata Rahmawati lagi.
Bukan anggota kelompoknya saja yang menjadi target MDMC. Berangkat dari semangat teologi Al-Ma'un, mereka mengaku tak hanya sekadar menolong anak-anak yatim atau orang miskin saja. Tetapi mereka yang tidak terperhatikan dan membutuhkan bantuan. Serta masyarakat korban bencana yang mengalami keterpurukan.
![]()
Relawan MDMC dalam penanganan gempa di Palu
Teologi Al-Maun sendiri yang mendasari berdiri dan berkembangnya Muhammadiyah. Teologi ini didasarkan pada Alquran yang seringkali diterjemahkan dalam tiga pilar kerja, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial.
Wanita yang juga berprofesi sebagai dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini juga menyampaikan, mereka punya tim kesehatan di tiap rumah sakit milik Muhammadiyah. Para tim kesehatan itu bisa kapan saja 'diaktivasi' untuk segera diterjunkan ke lokasi bencana.
Saking banyaknya tim kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) acap kali sering berkomunikasi soal berapa tim kesehatan yang bisa diterjunkan pada sebuah bencana. Karena memang sangat terbantukan oleh MDMC.
Tak cuma terbatas teritori dalam negeri, MDMC juga sering ambil bagian dalam beberapa kasus kemanusiaan di luar negeri.
"Tahun 2009 kita kirim MDMC ke Palestina, saya dulu LO pemerintah Indonesia ke Nepal, ke Palestina, kalau tim MDMC yang pertama kali bersama dengan pemerintah ke Nepal, bahkan di Filipina kita dapat penghargaan pemerintah setempat."